Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jip wisata mengantarkan wisatawan di objek wisata Lava Tour Merapi, Senin (18/6/2018). Harian Jogja Dok.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan perkembangan sektor kepariwisata tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat dari makin meningkatknya kunjungan ke destinasi yang ada di Sleman.
Meski demikian, ia juga mengakui untuk persebaran masih belum merata. Pasalnya, kunjungan wisata masih didominasi di sektor timur dan selatan.
Adapun untuk sektor barat masih butuh pengembangan yang signifikan agar ikut merasakan dampak dari geliat kepariwisataan. Ishadi tidak menampik sudah ada destinasi seperti Desa Wisata Cibuk Kidul di Kapanewon Seyegan atau Gamplong di Kapanewon Segeyan yang menggeliat, tapi secara keseluruhan masih butuh peningkatan.
BACA JUGA : Semester Pertama 2024, Kunjungan Wisata Sleman Tembus 4,2 Juta Orang
“Tetap ada kunjungan tapi tidak seperti di utara dengan ikon Lereng Merapi dan sisi timur dengan ikon wisata candi dan Tebing Breksi,” katanya, Senin (8/7/2024).
Menurut dia, sudah ada beberapa kegiatan yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan wisata di wilayah Sleman barat yang meliputi Kapanewon Godean, Seyegan, Minggir hingga Moyudan. Dinas Pariwisata Sleman telah menyiapkan Ngaran Kite Festival di Kalurahan Margokaton, Seyegan.
Diharapkan adanya kegiatan festival layang-layang di area persawahan bisa menjadi daya tarik untuk kunjungan wisata. “Kami juga akan mendukung penyelenggaraan Bedog Art Festival di Kapanewon Gamping. Dengan adanya festival maka bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan pengunjung karena ini sudah diterapkan di Banyuwangi,” katanya.
Menurut dia, pengembangan tidak hanya dalam bentuk dukungan dalam bentuk kegiatan. Pasalnya, juga ada koordinasi dengan Fakultas Bahasa dan Sastra UNY untuk menciptakan kreasi sendratari yang mengacu pada cerita lokal sehingga bisa dipertontonkan bagi pengunjung wisata di Gamplong di Kapanewon Moyudan.
“Even ini bisa sangat menarik dan dapat ditampilkan di waktu tertentu. Untuk pengembangan juga harus didukung penguatan sumber daya manusia agar desa wisata yang dikelola dapat berkembang dengan baik,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir Juni, jumlah pengunjung yang datang ke Sleman sebanyak 4.222.582 jiwa. Dari sisi prosentase, jumlah ini sudah terpenuhi sekitar 56,3% dari target kunjungan sebanyak 7,5 juta orang di 2024. “Jadi capaian sudah separuh lebih dari target kunjungan yang dicanangkan tahun ini,” katanya.
Disinggung mengenai sebaran kunjungan wisata, Kus Endarto mengakui, destinasi wisata budaya seperti candi dan museum menjadi yang paling banyak diminati karena mencapai 59,44%. Selanjutnya ada destinasi alam seperti Kawasan Lereng Merapi dan lainnya mencapai 29,15%. “Sisanya ada kunjungan ke destinasi buatan. Untuk pengunjung masih didominasi wisatawan dalam negeri, khususnya dari Pulau Jawa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.