Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Jip wisata mengantarkan wisatawan di objek wisata Lava Tour Merapi, Senin (18/6/2018). Harian Jogja Dok.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan perkembangan sektor kepariwisata tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat dari makin meningkatknya kunjungan ke destinasi yang ada di Sleman.
Meski demikian, ia juga mengakui untuk persebaran masih belum merata. Pasalnya, kunjungan wisata masih didominasi di sektor timur dan selatan.
Adapun untuk sektor barat masih butuh pengembangan yang signifikan agar ikut merasakan dampak dari geliat kepariwisataan. Ishadi tidak menampik sudah ada destinasi seperti Desa Wisata Cibuk Kidul di Kapanewon Seyegan atau Gamplong di Kapanewon Segeyan yang menggeliat, tapi secara keseluruhan masih butuh peningkatan.
BACA JUGA : Semester Pertama 2024, Kunjungan Wisata Sleman Tembus 4,2 Juta Orang
“Tetap ada kunjungan tapi tidak seperti di utara dengan ikon Lereng Merapi dan sisi timur dengan ikon wisata candi dan Tebing Breksi,” katanya, Senin (8/7/2024).
Menurut dia, sudah ada beberapa kegiatan yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan wisata di wilayah Sleman barat yang meliputi Kapanewon Godean, Seyegan, Minggir hingga Moyudan. Dinas Pariwisata Sleman telah menyiapkan Ngaran Kite Festival di Kalurahan Margokaton, Seyegan.
Diharapkan adanya kegiatan festival layang-layang di area persawahan bisa menjadi daya tarik untuk kunjungan wisata. “Kami juga akan mendukung penyelenggaraan Bedog Art Festival di Kapanewon Gamping. Dengan adanya festival maka bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan pengunjung karena ini sudah diterapkan di Banyuwangi,” katanya.
Menurut dia, pengembangan tidak hanya dalam bentuk dukungan dalam bentuk kegiatan. Pasalnya, juga ada koordinasi dengan Fakultas Bahasa dan Sastra UNY untuk menciptakan kreasi sendratari yang mengacu pada cerita lokal sehingga bisa dipertontonkan bagi pengunjung wisata di Gamplong di Kapanewon Moyudan.
“Even ini bisa sangat menarik dan dapat ditampilkan di waktu tertentu. Untuk pengembangan juga harus didukung penguatan sumber daya manusia agar desa wisata yang dikelola dapat berkembang dengan baik,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir Juni, jumlah pengunjung yang datang ke Sleman sebanyak 4.222.582 jiwa. Dari sisi prosentase, jumlah ini sudah terpenuhi sekitar 56,3% dari target kunjungan sebanyak 7,5 juta orang di 2024. “Jadi capaian sudah separuh lebih dari target kunjungan yang dicanangkan tahun ini,” katanya.
Disinggung mengenai sebaran kunjungan wisata, Kus Endarto mengakui, destinasi wisata budaya seperti candi dan museum menjadi yang paling banyak diminati karena mencapai 59,44%. Selanjutnya ada destinasi alam seperti Kawasan Lereng Merapi dan lainnya mencapai 29,15%. “Sisanya ada kunjungan ke destinasi buatan. Untuk pengunjung masih didominasi wisatawan dalam negeri, khususnya dari Pulau Jawa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur