Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman mencatat hingga akhir November 2024 ada kunjungan wisata sebanyak 7,3 juta orang. Di akhir tahun akan dioptimalkan untuk memenuhi kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta yang dipatok Pemkab di tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, kunjungan wisata di Bumi Sembada berjalan dengan baik. Pihaknya pun optimistis, target kunjungan 7,5 juta orang di 2024 bisa terpenuhi.
Hal ini terlihat dari capaian kunjungan hingga akhir November yang menembus 7,3 juta wisatawan. “Masih kurang sekitar 200.000 pengunjung, tapi di Bulan Desember ini kekurangan itu bisa tertutupi. Bahkan dapat terlampaui karena masih ada waktu sekitar satu bulan,” kata Ishadi, Selasa (17/12/2024).
BACA JUGA: Waterboom Jogja Rayakan Ulang Tahun ke-9, Ada Wahana Baru dan Promo Menarik
Keyakinan yang diungkapkan kepala dinas pariwisata ini bukan tanpa alasan. Selain adanya momen libur natal dan tahun baru, di waktu yang bersamaan juga bertepatan dengan liburan anak sekolah sehingga tingkat kunjungan akan melonjak secara signifikan.
Di sisi lain, sambung dia, dilihat dari kunjungan rata-rata per bulan sebanyak 600.000-700.000 pengunjung, maka target kunjungan wisata akan terlampaui. “Kami optimistis bisa melampaui target kunjungan wisata 7,5 juta orang di 2024,” katanya.
Di sisi lain, Ishadi mengakui untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata sudah terlampaui. Di tahun ini ada target sebanyak Rp4,9 miliar, namun realisasinya hingga akhir November mencapai Rp5,1 miliar.
“Untuk kunjungan masih didominasi wisata budaya dan candi. Selanjutnya ada kunjungan ke kawasan lereng Merapi, Tebing Breksi dan objek wisata lainnya,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto menambahkan, untuk pengujung masih didominasi wisatawan dalam negeri. Adapun asal pengunjung juga didominasi wisatawan asal Pulau Jawa seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga Jakarta.
BACA JUGA: Desa Wisata Terbaik di Dunia: Wukirsari Melestarikan Warisan, Jatiluwih Meregeneratif
Menurut dia, untuk meningkatkan kunjungan dan mencapai target pengujung di 2024 sudah meluncurkan kalender even wisata yang berlansung sejak Januari hingga akhir tahun. Kegiatan wisata ini ada sekitar 120 even.
Rinciannya, sembilan event skala lokal, 12 event skala nasional dan sepuluh event skala internasional. Untuk kategorinya ada MICE sebanyak 40 event, festival 34 event, event budaya dan musik sebanyak 23 event, sport event sebanyak 17 event, dan event keagamaan sebanyak 7 event.
“Memang butuh kreasi dan inovasi agar pariwsata tidak stagnan. Makanya kami buat kalender even yang bisa dinikmati setiap bulannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.