Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman optimistis bisa melampaui target kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta orang di 2024. Keyakinan ini tak lepas dari tingkat kunjungan wisata yang dibukukan setiap bulannya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September 2024, jumlah kunjungan wisata mencapai 5,95 juta jiwa. Jumlah ini masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri sebanyak 97% yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
“Kalau untuk turis asing memang belum banyak, tapi juga ada peningkatan. Paling banyak turis asing berasal dari Malaysia dan Singapura,” kata Kus Endarto, Rabu (16/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga akhir September sudah terkumpul Rp283,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari Pajak sebesar Rp278,81 miliar. Pemasukan pajak terdiri dari Pajak Hotel sebesar Rp125,23 miliar; Pajak Restoran sebesar Rp137,5 miliar dan Pajak Hiburan senilai Rp16,09 miliar.
Adapun PAD yang bersumber dari retribusi tercatat sebesar Rp3,96 miliar. “Untuk pedapatan lain-lain mencapai Rp761 juta sehingga PAD yang diperoleh selama akhir September mencapai Rp283,53 miliar,” katanya.
Kus Endarto mengklaim dengan jumlah pemasukan ini, maka pendapatan dari sektor kepariwisataan mampu menyumbang sebesar 34,74% dari total PAD yang telah diterima pemkab hingga akhir September. “Jumlahnya masib bisa bertambah karena masih ada waktu sekitar tiga bulan hingga 2024 berakhir,” katanya.
BACA JUGA: Hingga Akhir September 2024, PAD Wisata Sleman Tembus Rp283,5 Miliar
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, tren pertumbuhan wisata di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Ia pun optimistis target kunjungan di 2024 sebanyak 7,5 juta orang bisa terlampaui hingga akhir tahun mendatang.
Optimisme yang diungkapkan Ishadi bukan tanpa alasan. Selain terus melakukan promosi wisata secara berkelanjuta ke travel agent dan lainnya, juga tidak lepas dari tingkat kunjungan yang dibukukan setiap bulannya.
Menurut dia, dengan jumlah kunjungan hampir mencapai 6 juta pengunjung hingga akhir September, maka ada asumsi kunjungan wisata per bulan sebanyak 600.000-700.000 per bulannya. Hal ini berarti kunjungan selama tiga bulan bisa mencapai di angka sekitar 1,8 juta pengunjung.
“Jadi estimasinya tinggal ditambahkan saja sehingga ada prediksi kunjungan akhir tahun bisa lebih dari 7,8 juta orang. Kalau ini bisa direalisasikan, maka bisa lebih banyak dari target yang dicanangkan,” katanya.
Di sisi lain, sambung Ishadi, di akhir tahun masih ada musim liburan sekolah. Selain itu, juga ada libur akhir tahun yang bisa mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.