Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman optimistis bisa melampaui target kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta orang di 2024. Keyakinan ini tak lepas dari tingkat kunjungan wisata yang dibukukan setiap bulannya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September 2024, jumlah kunjungan wisata mencapai 5,95 juta jiwa. Jumlah ini masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri sebanyak 97% yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
“Kalau untuk turis asing memang belum banyak, tapi juga ada peningkatan. Paling banyak turis asing berasal dari Malaysia dan Singapura,” kata Kus Endarto, Rabu (16/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga akhir September sudah terkumpul Rp283,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari Pajak sebesar Rp278,81 miliar. Pemasukan pajak terdiri dari Pajak Hotel sebesar Rp125,23 miliar; Pajak Restoran sebesar Rp137,5 miliar dan Pajak Hiburan senilai Rp16,09 miliar.
Adapun PAD yang bersumber dari retribusi tercatat sebesar Rp3,96 miliar. “Untuk pedapatan lain-lain mencapai Rp761 juta sehingga PAD yang diperoleh selama akhir September mencapai Rp283,53 miliar,” katanya.
Kus Endarto mengklaim dengan jumlah pemasukan ini, maka pendapatan dari sektor kepariwisataan mampu menyumbang sebesar 34,74% dari total PAD yang telah diterima pemkab hingga akhir September. “Jumlahnya masib bisa bertambah karena masih ada waktu sekitar tiga bulan hingga 2024 berakhir,” katanya.
BACA JUGA: Hingga Akhir September 2024, PAD Wisata Sleman Tembus Rp283,5 Miliar
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, tren pertumbuhan wisata di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Ia pun optimistis target kunjungan di 2024 sebanyak 7,5 juta orang bisa terlampaui hingga akhir tahun mendatang.
Optimisme yang diungkapkan Ishadi bukan tanpa alasan. Selain terus melakukan promosi wisata secara berkelanjuta ke travel agent dan lainnya, juga tidak lepas dari tingkat kunjungan yang dibukukan setiap bulannya.
Menurut dia, dengan jumlah kunjungan hampir mencapai 6 juta pengunjung hingga akhir September, maka ada asumsi kunjungan wisata per bulan sebanyak 600.000-700.000 per bulannya. Hal ini berarti kunjungan selama tiga bulan bisa mencapai di angka sekitar 1,8 juta pengunjung.
“Jadi estimasinya tinggal ditambahkan saja sehingga ada prediksi kunjungan akhir tahun bisa lebih dari 7,8 juta orang. Kalau ini bisa direalisasikan, maka bisa lebih banyak dari target yang dicanangkan,” katanya.
Di sisi lain, sambung Ishadi, di akhir tahun masih ada musim liburan sekolah. Selain itu, juga ada libur akhir tahun yang bisa mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.