Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Taman wisata Kaliurang. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman mencatat hingga akhir September 2024, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepariwisataan menembus Rp283,5 miliar. Sektor pajak menyumbang pendapatan terbesar yang mencapai Rp278,81 miliar.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, PAD daris ektor pariwisata terdiri dari pajak dan retribusi. Secara total, hingga akhir September sudah terkumpul Rp283,6 miliar.
Jumlah ini terdiri dari Pajak sebesar Rp278,81 miliar. Pemasukan pajak terdiri dari Pajak Hotel sebesar Rp125,23 miliar; Pajak Restoran sebesar Rp137,5 miliar dan Pajak Hiburan senilai Rp16,09 miliar.
Adapun PAD yang bersumber dari retribusi tercatat sebesar Rp3,96 miliar. “Untuk pedapatan lain-lain mencapai Rp761 juta sehingga PAD yang diperoleh selama akhir September mencapai Rp283,53 miliar,” katanya, Ahad (13/10/2024).
Kus Endarto mengklaim dengan jumlah pemasukan ini, maka pendapatan dari sektor kepariwisataan mampu menyumbang sebesar 34,74% dari total PAD yang telah diterima pemkab hingga akhir September. “Jumlahnya masib bisa bertambah karena masih ada waktu sekitar tiga bulan hingga 2024 berakhir,” katanya.
BACA JUGA: Biaya Konstruksi Tol Jogja-Bawen Membengkak, Menteri PUPR Siapkan Solusi Tekan Biaya
Adapun jumlah pergerakan wisatawan di Sleman hingga akhir September sudah mencapai 5,95 juta orang. Jumlah ini didominasi oleh wisatawan dalam negeri sebanyak 97% yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
“Kalau untuk turis asing memang belum banyak, tapi juga ada peningkatan. Paling banyak turis asing berasal dari Malaysia dan Singapura,” kata Kus Endarto.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid optimistis target kunjunga wisata sebesar 7,5 juta orang di akhir 2024 bisa terlampaui. Hal ini terlihat dari tingkat kunjungan hingga akhir September yang sudah hampir menembus enam juta pengunjung.
“Yang jelas target kunjungan wisata tahun ini ada 7,5 juta pengunjung dan kami terus berupaya mencapainya,” katanya.
Ishadi menyatakan komitmennya terus mengembangkan sektor kepariwisataan di Bumi Sembada. Menurut dia, pengembangan tidak hanya sebatas destinasi, namun juga dilaksanakan kegiatan atau even untuk menarik minat para wisatawan berkunjung ke Sleman.
“Banyak agenda wisata yang telah kami persiapkan yang bisa menarik minat pengunung,” katanya.
Ishadi mengakui, secara keseluruhan sudah membuat kalender event untuk penyelenggaraan hingga akhir 2024 mendatang. “Memang butuh kreasi dan inovasi agar pariwsata tidak stagnan. Makanya kami buat kalender even yang bisa dinikmati setiap bulannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.