Libur Iduladha 2026, Wisata Malioboro Diprediksi Ramai Mulai Jumat
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.
Foto ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berharap momentum long weekend dan libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke Kota Jogja. Seiring potensi lonjakan kunjungan wisatawan, PHRI DIY meminta pemerintah daerah menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, serta informasi yang jelas agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga.
Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY, Wahyu Wikan Trispratiwi, mengatakan peningkatan mobilitas wisatawan saat libur panjang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, khususnya kawasan pusat kota seperti Malioboro. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan aparat keamanan dinilai sangat penting.
“Harapannya pemerintah bersama dinas terkait bisa menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir supaya tidak terjadi kemacetan di titik-titik tertentu, terutama di pusat kota seperti Malioboro,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, Malioboro masih menjadi magnet utama wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Dengan skema lalu lintas yang berlaku saat ini, ia menilai masih terdapat potensi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, seperti kawasan depan SMA Negeri 3 hingga sekitar Stadion Kridosono.
Oleh karena itu, PHRI DIY mendorong pemerintah daerah memperbanyak informasi mengenai jalur alternatif menuju kawasan Malioboro, baik dari arah timur maupun barat. Informasi tersebut, kata dia, dapat disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, situs resmi pemerintah, hingga papan informasi di lapangan.
“Informasi sebaiknya disampaikan jauh-jauh hari sebelum libur panjang atau Lebaran, agar wisatawan bisa menyiapkan rencana perjalanan dengan lebih baik,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas, Wahyu juga menekankan pentingnya kejelasan informasi terkait lokasi hotel dan kantong parkir. Ia menilai wisatawan pada umumnya dapat menerima jika harus memarkir kendaraan agak jauh, selama informasi mudah diakses dan tarif parkir diterapkan secara seragam.
“Tamu akan memahami jika harus parkir agak jauh asalkan informasinya jelas dan harga parkirnya wajar,” ujarnya.
Ia menambahkan kepastian tarif parkir menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan sekaligus citra pariwisata Jogja. Praktik tarif parkir yang tidak wajar dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada pengalaman wisatawan.
“Kalau tarifnya masih masuk akal tentu tidak masalah. Tapi kalau sampai berkali-kali lipat, itu bisa mempengaruhi citra pariwisata Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.
JTT mencatat 149.389 kendaraan melintas GT Cikampek Utama saat libur Idul Adha, naik 32% dibanding kondisi normal.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dengan tarif Rp8.000. Simak jam keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur untuk perjalanan lebih praktis.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.