DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi Sleman Temple Run./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman optimistis target 7,5 juta wisatawan di akhir 2024 bisa terlampaui. Hal ini mengacu dari tren kunjungan yang menunjukan tren penambahan di setiap bulannya.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid mengatakan perkembangan wisata di Bumi Sembada berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari kunjungan yang masuk sampai saat ini.
Hingga akhir Agustus, kata dia, pengunjung yang datang ke destinasi wisata Sleman sudah menembus 4.949.237 orang. Jumlah ini terdiri dari wisatawan dalam negeri sebanyak 4.830.530 orang dan turis asing sebanyak 118.687 jiwa.
Pencapaian ini semakin menambah keyakinan Dispar Sleman untuk mencapai target kunjungan sebanyak 7,5 juta orang di akhir 2024. Selain masih ada musim liburan sekolah dan akhir tahun, juga ada berbagai even dan kegiatan kepariwisataan yang bisa mendongkrak kunjungan sehingga target dapat terpenuhi.
BACA JUGA: Sekolah Wisata Sleman Mengajak Anak Muda Lebih Dekat dengan Potensi Wisata
Meski demikian, Ishadi mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya terkait dengan pemerataan kunjungan wisata yang masih terkonsentrasi di sektor utara dan timur.
Adapun sektor barat, lanjut dia, masih dibutuhkan sentuhan agar bisa berkembang lebih cepat sehingga warga di kawasan ini juga dapat menikmati keberadan bidang kepariwisataan. “Tentu akan kami kembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sebenarnya sudah ada banyak even, tapi memang butuh lebih dimasifkan lagi,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto mengatakan target kunjungan wisata di 2024 sebanyak 7,5 juta orang. Untuk mencapainya, tidak hanya sebatas daya tarik dari destinasi wisata. Pasalnya, juga ada event dan kegiatan yang bisa menarik minat pengunjung untuk datang ke Sleman. “Promosi maupun event pariwisata dilakukan untuk mendongkrak kunjungan,” katanya.
Di tahun ini, kegiatan wisata yang diselenggarakan ada sekitar 120 event. Rinciannya, sembilan event skala lokal, 12 event berskala nasional dan 10 event berskala internasional. Untuk kategorinya ada MICE sebanyak 40 event, festival 34 event, event budaya dan musik sebanyak 23 event, sport event sebanyak 17 event, dan event keagamaan sebanyak 7 event. “Yang sudah terlaksana ada Sleman Temple Run, Labuhan Merapi, Tour de Merapi. Tetapi, hingga akhir tahun masih banyak even yang akan dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.