Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Wahana atraksi stand up peddle di Embung Kaliaji./Antara/ Hendra Nurdiyansyah)
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman mencatat hingga akhir September ada kunjungan wisata sebanyak 5,95 juta jiwa. Jumlah kunjungan didominasi oleh kegiatan studi tour dengan tujuan wisata museum dan candi.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, sempat ada kekhawatiran penurunan kunjungan akan adanya pengetetatan kegiatan studi tour di sejumlah daerah. Kendati demikian, hal tersebut tidak berpengaruh karena kunjungan wisata ke Sleman masih tetap tinggi.
Hal ini terlihat dari data kunjungan bulanan di 2024. Menurut dia, reratan kunjungan wisata hingga September mencapai 661.000 pengunjung di setiap bulannya.
Namun demikian, sambung Ishadi, untuk kunjungan nyata tiap bulannya sangat fluktuatif. Sebagai contoh di masa liburan sekolah antara Juni dan Juli, kunjungannya bisa menembus 1,37 juta pengunjung per bulannya.
“Tapi saat puasa pada Bulan Maret, kunjungan dalam satu bulan hanya 295.000 orang,” kata Ishadi, Jumat (18/10/2024).
Menurut dia, kegiatan studi tour merupakan penyumbang wisatawan terbesar di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, dengan masih adanya satu kali libur sekolah di tahun ini semakin menambah keyakinan target kunjungan 7,5 juta pengunjung di akhir 2024 bisa terlampaui.
BACA JUGA: Kunjungan Wisata Sleman Tunjukkan Tren Positif, Ini Datanya
“Kegiatan studi tour sekarang juga lebih leluasa karena dilakukan kapan saja dan tidak terpaku saat hari libur. Ini membuat kunjungan ke Sleman tetap ramai tiap bulannya,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September sudah ada kunjungan wisata sebanyak 5,95 juta orang. Destinasi candi dan museum merupakan lokasi favorit pengunjung karena menyumbang 54% total kunjungan wisata di Sleman.
Adapun sisanya kunjungan 44% dengan tujuan wisata alam yang tersebar di berbagai lokasi seperti kawasan Gunung Merapi dan lainnya. “Kunjungan wisata ke museum dan candi tinggi karena pengunjung yang berasal dari rombongan anak sekolah,” katanya.
Kus Endarto menambahkan, untuk asal pengujung sebanyak 97% merupakan pengunjung dalam negeri yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Jakarta. “Untuk turis asing masih sedikit dengan dominasi pengunjung dari Malaysia, Singapura, Cina, India hingga Jepang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.