Warga Semin Diajak Gotong Royong untuk Memperkuat Mitigasi Bencana
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
Wahana atraksi stand up peddle di Embung Kaliaji./Antara/ Hendra Nurdiyansyah)
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman mencatat hingga akhir September ada kunjungan wisata sebanyak 5,95 juta jiwa. Jumlah kunjungan didominasi oleh kegiatan studi tour dengan tujuan wisata museum dan candi.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, sempat ada kekhawatiran penurunan kunjungan akan adanya pengetetatan kegiatan studi tour di sejumlah daerah. Kendati demikian, hal tersebut tidak berpengaruh karena kunjungan wisata ke Sleman masih tetap tinggi.
Hal ini terlihat dari data kunjungan bulanan di 2024. Menurut dia, reratan kunjungan wisata hingga September mencapai 661.000 pengunjung di setiap bulannya.
Namun demikian, sambung Ishadi, untuk kunjungan nyata tiap bulannya sangat fluktuatif. Sebagai contoh di masa liburan sekolah antara Juni dan Juli, kunjungannya bisa menembus 1,37 juta pengunjung per bulannya.
“Tapi saat puasa pada Bulan Maret, kunjungan dalam satu bulan hanya 295.000 orang,” kata Ishadi, Jumat (18/10/2024).
Menurut dia, kegiatan studi tour merupakan penyumbang wisatawan terbesar di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, dengan masih adanya satu kali libur sekolah di tahun ini semakin menambah keyakinan target kunjungan 7,5 juta pengunjung di akhir 2024 bisa terlampaui.
BACA JUGA: Kunjungan Wisata Sleman Tunjukkan Tren Positif, Ini Datanya
“Kegiatan studi tour sekarang juga lebih leluasa karena dilakukan kapan saja dan tidak terpaku saat hari libur. Ini membuat kunjungan ke Sleman tetap ramai tiap bulannya,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September sudah ada kunjungan wisata sebanyak 5,95 juta orang. Destinasi candi dan museum merupakan lokasi favorit pengunjung karena menyumbang 54% total kunjungan wisata di Sleman.
Adapun sisanya kunjungan 44% dengan tujuan wisata alam yang tersebar di berbagai lokasi seperti kawasan Gunung Merapi dan lainnya. “Kunjungan wisata ke museum dan candi tinggi karena pengunjung yang berasal dari rombongan anak sekolah,” katanya.
Kus Endarto menambahkan, untuk asal pengujung sebanyak 97% merupakan pengunjung dalam negeri yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Jakarta. “Untuk turis asing masih sedikit dengan dominasi pengunjung dari Malaysia, Singapura, Cina, India hingga Jepang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.