Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan wisata di Kabupaten Sleman terus menggeliat dan menunjukan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini memberikan keyakinan bahwa target kunjungan sebanyak 7,5 juta orang di 2024 bisa terlampaui.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, hingga akhir September kunjungan wisata di Bumi Sembada sudah menembus 5,95 juta pengunjung. Hasil dari kajian yang dilakukan, rata-rata kunjungan wisata ada 661.000 per bulannya.
“Dengan tren kunjugan rata-rata per bulan seperti ini, maka kami yakin target 7,5 juta pengunjung di 2024 bisa terlampaui,” katanya, Rabu (16/10/2024).
Meski demikian, Ishadi mengakui, dilihat dari realisasi pengunjung, data kunjungan lebih fluktuatif. Maret menjadi bulan yang paling sepi pengunjung karena tercatat kunjungan masuk hanya 295.000 jiwa.
“Maret memang jadi bula tersepi untuk kunjungan karena bertepatan dengan pelaksanaan puasa,” kata Ishadi, Rabu (16/10/2024).
Adapun Juni dan Juli menjadi bulan dengan tingkat kunjungan terbanyak. Hal ini dikarenakan kunjungan yang tercatat mencapai 1,37 juta per bulannya.
“Kunjungan melonjak signifikan karena bertepatan dengan liburan sekolah,” ungkapnya.
Ishadi menambahkan, keyakinan target kunjungan bisa terlampaui juga tidak lepas adanya event nasional maupun internasional yang akan berlangsung di Sleman. Ia mencontohkan, sampai dengan akhir 2024 terdapat event seperti AUO Run, Pink Ribbon Run, Jogja International Heritage Walk dan beberapa pentas musik dan budaya di Candi Prambanan dan Ratu Boko.
“Kegiatan wisuda di beberapa kampus juga bisa mendongkrak kunjungan hingga akhir tahun nanti. Kami juga terus melakukan promosi agar pengunjung yang datang bisa terus ditingkatkan,” katanya.
BACA JUGA : Stasiun Klaten Direvitalisasi, Bisa Jadi Objek Wisata
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September 2024, jumlah kunjungan wisata mencapai 5,95 juta jiwa. Jumlah ini masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri sebanyak 97% yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
Dia menjelaskan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga akhir September sudah terkumpul Rp283,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari Pajak sebesar Rp278,81 miliar. Pemasukan pajak terdiri dari Pajak Hotel sebesar Rp125,23 miliar; Pajak Restoran sebesar Rp137,5 miliar dan Pajak Hiburan senilai Rp16,09 miliar.
Adapun PAD yang bersumber dari retribusi tercatat sebesar Rp3,96 miliar. “Untuk pedapatan lain-lain mencapai Rp761 juta sehingga PAD yang diperoleh selama akhir September mencapai Rp283,53 miliar,” katanya.
Kus Endarto mengklaim dengan jumlah pemasukan ini, maka pendapatan dari sektor kepariwisataan mampu menyumbang sebesar 34,74% dari total PAD yang telah diterima pemkab hingga akhir September. “Jumlahnya masib bisa bertambah karena masih ada waktu sekitar tiga bulan hingga 2024 berakhir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Pemilih logo HUT RI Ke-81 mencapai 42.151 orang. Pemerintah mengajak masyarakat terus berpartisipasi hingga polling berakhir.
Program revitalisasi sekolah dinilai meningkatkan mutu pendidikan, kualitas SDM, dan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat fasilitas belajar.
Pupuk bersubsidi dinilai menjadi kunci peningkatan produksi beras Indonesia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan terus tercapai pada 2026.
SPMB SMA Negeri DIY 2026 hampir selesai. Dua SMA Negeri di Kulonprogo masih menyisakan puluhan kursi kosong karena minimnya jumlah pendaftar.