Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman optimistis bisa melampaui target kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta orang di 2024. Keyakinan ini tak lepas dari tingkat kunjungan wisata yang dibukukan setiap bulannya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga akhir September 2024, jumlah kunjungan wisata mencapai 5,95 juta jiwa. Jumlah ini masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri sebanyak 97% yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
“Kalau untuk turis asing memang belum banyak, tapi juga ada peningkatan. Paling banyak turis asing berasal dari Malaysia dan Singapura,” kata Kus Endarto, Rabu (16/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga akhir September sudah terkumpul Rp283,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari Pajak sebesar Rp278,81 miliar. Pemasukan pajak terdiri dari Pajak Hotel sebesar Rp125,23 miliar; Pajak Restoran sebesar Rp137,5 miliar dan Pajak Hiburan senilai Rp16,09 miliar.
Adapun PAD yang bersumber dari retribusi tercatat sebesar Rp3,96 miliar. “Untuk pedapatan lain-lain mencapai Rp761 juta sehingga PAD yang diperoleh selama akhir September mencapai Rp283,53 miliar,” katanya.
Kus Endarto mengklaim dengan jumlah pemasukan ini, maka pendapatan dari sektor kepariwisataan mampu menyumbang sebesar 34,74% dari total PAD yang telah diterima pemkab hingga akhir September. “Jumlahnya masib bisa bertambah karena masih ada waktu sekitar tiga bulan hingga 2024 berakhir,” katanya.
BACA JUGA: Hingga Akhir September 2024, PAD Wisata Sleman Tembus Rp283,5 Miliar
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, tren pertumbuhan wisata di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Ia pun optimistis target kunjungan di 2024 sebanyak 7,5 juta orang bisa terlampaui hingga akhir tahun mendatang.
Optimisme yang diungkapkan Ishadi bukan tanpa alasan. Selain terus melakukan promosi wisata secara berkelanjuta ke travel agent dan lainnya, juga tidak lepas dari tingkat kunjungan yang dibukukan setiap bulannya.
Menurut dia, dengan jumlah kunjungan hampir mencapai 6 juta pengunjung hingga akhir September, maka ada asumsi kunjungan wisata per bulan sebanyak 600.000-700.000 per bulannya. Hal ini berarti kunjungan selama tiga bulan bisa mencapai di angka sekitar 1,8 juta pengunjung.
“Jadi estimasinya tinggal ditambahkan saja sehingga ada prediksi kunjungan akhir tahun bisa lebih dari 7,8 juta orang. Kalau ini bisa direalisasikan, maka bisa lebih banyak dari target yang dicanangkan,” katanya.
Di sisi lain, sambung Ishadi, di akhir tahun masih ada musim liburan sekolah. Selain itu, juga ada libur akhir tahun yang bisa mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026