Advertisement

Didukung Bank BPD DIY, Begini Cerita di Balik Perkembangan Kerajinan Eceng Gondok di Panjatan Kulonprogo

Nina Atmasari
Kamis, 21 Juli 2022 - 15:27 WIB
Budi Cahyana
Didukung Bank BPD DIY, Begini Cerita di Balik Perkembangan Kerajinan Eceng Gondok di Panjatan Kulonprogo Kerajinan enceng gondok Lestari di Dusun Pleret Blok 7 RT 27 RW 14, Panjatan, Kulonprogo. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kemudahan akses dan tersedianya modal menjadi pendukung utama pengembangan usaha kerajinan enceng gondok Lestari di Dusun Pleret Blok 7 RT 27 RW 14, Panjatan, Kulonprogo.

Hal itu diakui pasangan pemilik usaha tersebut, Tri Esti Lestari dan Imam Adi Sucipto saat dikunjungi Tim Jelajah Jalur Pansela Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa, Kamis (21/7/2022). Usaha kerajinan enceng gondok  Lestari berkembang pesat setelah mendapatkan dukungan modal dari Bank BPD DIY ditambah dengan promosi yang kreatif serta kemudahan akses jalan lintas daerah sehingga pengiriman barang menjadi lebih lancar.

BACA JUGA: Tak Kalah Cantik dengan Bali, Kebumen Punya Pantai Menganti

“Awalnya saya hanya perajin bersama kakak saya. Pada 2015, suami saya yang bekerja sebagai pemasaran di sebuah perusahaan, mencoba mengirim email penawaran kerajinan enceng gondok ke banyak perusahaan. Ternyata ada hasilnya, ada beberapa yang membalas dan menyurvei usaha kami,” kata Esti.

Pesanan pun datang. Sebuah perusahaan memesan 150 barang kerajinan enceng gondok. Esti pun harus berbelanja bahan baku dan peralatan. Saat itulah ia menggunakan layanan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BPD DIY. Dari modal Rp10 juta, ia memulai produksi.

Usahanya terus berkembang. Dalam meningkatkan produksi, Esti terus mendapatkan dukungan dari Bank BPD DIY, hingga saat ini ia bisa memproduksi 2.000 hingga 2.500 barang kerajinan per bulan. Omzet yang masuk mencapai rata-rata Rp50 juta per bulan.

Dalam proses produksinya, ia melibatkan 250 perajin dari berbagai daerah di Kulonprogo yang mengerjakan anyaman di rumah masing-masing. Adapun di rumah produksinya, Esti memiliki 12 karyawan yang mengerjakan pembuatan rangka, hingga finishing.

Produk-produk yang dibuat oleh Lestari bermacam-macam, di antaranya tatakan gelas dijual Rp5.500, kursi sofa Rp580.000, tas Rp55.000, keranjang laundry Rp195.000 isi 3, wall decor Rp200.000 per set, vas bunga Rp90.000-140.000. Produk kerajinan ini selain dimasukkan perusahaan di DIY juga dijual sendiri ke beberapa kota seperti Jepara, Bandung, Bali bahkan telah diekspor ke Jepang, Amerika Belgia.

Esti mengakui ketersediaa modal menjadi dukungan utama mengembangkan usahanya.

“Selain itu, pembangunan jalan seperti jalan lintas selatan membuat akses transportasi dan pengiriman barang lebih mudah. Usaha kami terus meningkat,” katanya.

Advertisement

Account Officer Bank BPD DIY Cabang Pembantu Temon, Zaesar Pandoyo P. mengungkapkan Bank BPD DIY berkomitmen mendukung usaha masyarakat termasuk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Salah satu dukungannya adalah melalui KUR dengan bunga sangat ringan yakni 6% per tahun, plafon maksimal Rp500 juta. Kredit ini bisa diakses usaha kerajinan, kuliner, transportasi, pertanian, perikanan dan lainnya.

“Usaha kerajinan Esti Lestari menjadi nasabah kami sejak 2015. Kami ikut mendampingi sampai usahanya berjalan dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Awalnya Hanya Selebar Becak, JJLS Kini Tumbuhkan Ekonomi Kebumen

Advertisement

Liputan ini merupakan bagian dari program Jelajah Jalur Pansela: Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa yang digelar Harian Jogja bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Bank BPD DIY.

Dalam program ini, Harian Jogja menyusuri dan merekam setiap ruas Pantai Selatan Jawa mulai dari Kebumen, Purworejo, Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul hingga Wonogiri. Jelajah Pansela dimulai pada Selasa (19/7/2022) dan finis di Wonogiri pada Jumat (22/7/2022).

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Uang Baru Diluncurkan, Ganjar Terima Duit dengan Nomor Cantik

News
| Kamis, 18 Agustus 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Paspor Indonesia Tanpa Kolom Tanda Tangan untuk Permohonan Visa Jerman Tetap Diproses

Wisata
| Kamis, 18 Agustus 2022, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement