Masih Ada 900 Antrean PBG, Pemkot Jogja Targetkan Tuntas Segera
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Jembatan Kretek 2./Antara
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengaku pertumbuhan penginapan dan destinasi wisata sekitar Pantai Selatan (Pansela) masih terbatas. Padahal, Pemkab Bantul memperkirakan dengan rampungnya pengerjaan infrastruktur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Bantul, maka investasi di area tersebut akan meningkat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, Annihayah menilai ada peluang investasi pembangunan akomodasi dan amenitas di sekitar Pansela dengan pembangunan JJLS. Meski begitu, menurutnya, hingga saat ini belum ada investor yang berminat untuk membangun akomodasi disana.
"Saat ini belum ada pergerakan. Kadang orang saling melihat, mengintip ketika ada pertumbuhan. Ini baru biasa, dari masyarakat masih sektor agraris," katanya, Jumat (20/9/2024).
Annihayah pun mendorong adanya pertumbuhan akomodasi di area Pansela. Meski begitu, menurut Annihayah, investasi di sektor akomodasi harus disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Pansela.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tawarkan Pengelolaan Bukit Dermo Imogiri ke Pihak Ketiga
Sementara menurut Annihayah, ketika pembangunan JJLS rampung maka akan muncul peluang pertumbuhan rest area disana. Disana dimungkinkan lula tumbuh toko modern berjejaring (TMB). Meski begitu, peluang tersebut menurutnya belum banyak ditangkap investor.
"Biasanya [TMB] yang punya satu pemodal. Itu belum kelihatan, kalau lewat OSS bisa tiba-tiba tumbuh, karena risiko rendah," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Saryadi menilai keberadaan JJLS di Pansela menjadi akses strategis untuk mendorong pembangunan disana. Meski begitu, menurutnya, status tanah di sekitar Pansela yang sebagian besar merupakan Sultan Ground (SG) dinilai menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan Pansela. Selain tanah SG, menurutnya sebagian tanah disana yang merupakan lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan.
"Kalau Pemda harus berinvestasi untuk pengembangan sarana dan prasarana disana hampir tidak mungkin," ujarnya.
Menurutnya, beberapa daerah lain biasanya akan menggandeng swasta dalam pengembangan kawasan. Dia pun menilai, keberatan JJLS di Pansela akan membuka peluang strategis bagi pertumbuhan hotel di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Asap muncul di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta akibat kendaraan ground handling bermasalah. Operasional penerbangan tetap normal.
Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan Moto3 Hungaria 2026 usai tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Balaton Park.
Google sepakat membayar Rp16,56 triliun per bulan kepada SpaceX untuk menambah kapasitas komputasi AI hingga 2029.
Simulasi ancaman bom pesawat digelar TNI AU di Malang untuk menguji kesiapsiagaan personel menghadapi aksi teror penerbangan.
KY menerima 592 laporan dugaan pelanggaran etik hakim hingga Juni 2026. Sebanyak 80 laporan diproses, lima hakim dipecat tidak hormat.