Advertisement
Volume Sampah Gunungketur Turun Drastis Selama Ramadan
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tren positif pengelolaan limbah rumah tangga di Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, menunjukkan hasil signifikan dengan penurunan volume sampah residu yang dibuang ke TPA.
Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi warga dalam menerapkan pola pemilahan mandiri yang sudah berjalan efektif sejak awal tahun.
Advertisement
Lurah Gunungketur, Sunarni, mengungkapkan bahwa data harian pembuangan limbah di wilayahnya terus melandai secara bertahap.
Berdasarkan catatan terkini pada Kamis (26/2/2026), grafik pembuangan sampah residu menunjukkan angka yang jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, memperkuat indikasi bahwa kesadaran masyarakat dalam meminimalisir produksi sampah mulai terbentuk secara permanen.
BACA JUGA
Secara teknis, volume sampah residu di wilayah tersebut kini berada di kisaran 600 hingga 1.300 kilogram per hari. Penurunan yang paling mencolok sempat terekam pada 7 Februari 2026 lalu, di mana jumlah timbulan sampah menyusut menjadi 600 kilogram, padahal hanya dua hari sebelumnya, yakni pada 5 Februari 2026, angkanya masih menyentuh 900 kilogram.
Memasuki bulan suci Ramadan, pihak kelurahan juga semakin gencar meneruskan imbauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengenai pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Sosialisasi ini menyasar para pelaku usaha kuliner dan masyarakat umum melalui pengisian tautan pemantauan yang dikoordinasikan langsung oleh aparatur wilayah setempat.
“Dari DLH ada imbauan pengisian link mengenai pembatasan plastik sekali pakai kepada pelaku usaha dan masyarakat. Kami dari kelurahan hanya sebatas meneruskan kepada pelaku usaha dan warga,” kata Sunarni menjelaskan mekanisme pengawasan penggunaan kantong plastik di wilayahnya.
Metode pengolahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga pun tidak kendur meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Masyarakat tetap aktif memanfaatkan biopori untuk limbah dapur serta rutin menyetorkan sampah yang bernilai ekonomis ke bank sampah terdekat guna memastikan hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang berakhir di depo.
“Pengolahan sampah anorganik sudah menggunakan ember tumpuk, dan organik dilakukan dengan biopori,” ujar Sunarni menambahkan detail teknis alat yang digunakan warga dalam mengelola sisa konsumsi harian secara mandiri.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Supriyanto, menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan timbulan sampah di perkotaan adalah optimalisasi pemilahan langsung dari sumbernya.
Pihaknya terus mendorong agar setiap keluarga di Jogja tidak lagi mencampuradukkan berbagai jenis sampah dalam satu wadah.
Untuk sampah organik basah, Supriyanto menyarankan warga agar memasukkannya ke dalam ember khusus yang nantinya dapat diserahkan kepada petugas pengambil (offtaker).
Sedangkan untuk sampah organik kering, masyarakat telah disediakan berbagai fasilitas pengolahan yang tersebar di titik-titik strategis kelurahan.
“Sampah organik kering seperti daun dan ranting diolah melalui komposter, jugangan, composter bag, maupun biopori jumbo.
Jika biopori jumbo sudah penuh, dikumpulkan di titik tertentu untuk dijemput DLH setiap Senin dan Jumat,” papar Supriyanto mengenai jadwal pelayanan pengangkutan sampah mandiri.
Selain itu, warga diharapkan tetap memaksimalkan peran bank sampah di masing-masing wilayah untuk mengelola sampah anorganik agar tidak mencemari lingkungan.
Sementara itu, sampah residu yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai guna dapat dibuang ke depo atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) melalui jasa pengangkut sampah yang telah berizin secara resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menteri PPPA Tegaskan Rahasia Identitas Anak Korban Kekerasan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hindari Motor, Bus Ringsek Tabrak Pohon di Ring Road Selatan Bantul
- Dishub Bantul Siapkan Pos Pantau Mudik di Jalur Perbatasan Kulonprogo
- Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
- Mudik Bareng UMY 2026: Ratusan Mahasiswa Perantau Pulang Gratis
- JIFFINA 2026 Mengukuhkan Indonesia Jadi Pusat Produk Ramah Lingkungan
Advertisement
Advertisement







