Advertisement

UGM Punya Mahasiswa Termuda 15 Tahun, Ini Dia Sosoknya..

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 02 Agustus 2022 - 11:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
UGM Punya Mahasiswa Termuda 15 Tahun, Ini Dia Sosoknya.. Kampus UGM - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Raja Muhammad Hayuri Islami tak menyangka jika ia akan dipanggil ke depan panggung bersama Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, SP.OG (K), Ph.D., dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di lapangan Grha Sabha Pramana, Senin (1/8/2022). Remaja asal Pekanbaru, Provinsi Riau, ini dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM pada tahun ini.

Ia berhasil masuk jadi mahasiswa UGM pada usia 15 tahun 11 bulan 11 hari. “Saya bangga dan senang bisa masuk UGM,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin.  

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Raja, demikian ia akrab disapa menyebutkan bahwa usia muda kuliah di UGM menurutnya karena ia didaftarkan masuk bangku sekolah dasar pada usia 5 tahun. Meski terbilang paling muda sendiri, namun ia mengaku teman-temannya sebayanya banyak tidak tahu bahwa ia paling muda di kelasnya. Apalagi fisiknya hampir sama dengan teman sekelasnya.

Baca juga: Kali Pertama, UGM Pilih Wakil Rektor Seorang Praktisi dari Luar Kampus

“Sejak SD tidak terlalu terganggu, tidak ada yang peduli dengan usia saya yang muda tidak ada yang terlalu memperhatikan,” katanya.mahasiswa ugm termuda

(Raja Muhammad Hayuri Islami/Ist)

Meski terbilang usia muda namun Raja selalu berprestasi. Ia menyampaikan bahwa selama di bangku sekolah dasar ia selalu berada di rangking tiga besar. “Dari SD saya selalu berada di tiga besar,” katanya.

Hanya saja di bangku Sekolah Menengah Pertama, kata Raja, ia tidak masuk rangking. “Di SMP mungkin lagi masa pubertas, biasa saja tidak rangking,” katanya.

Advertisement

Lalu di bangku menengah atas, Raja ikut mendaftar program akselerasi pada semester dan ia diterima program akselerasi di kelas IPS. Di kelas IPS hanya tujuh orang anak yang ikut program akselerasi sehingga Raja bisa menyelesaikan bangku MAN Negeri 2 Pekanbaru dalam waktu dua tahun.

"Karena program akselerasi, kita diharuskan untuk belajar dan memahami lebih cepat dari siswa yang lain. Saya di program itu tidak ikut ekstrakurikuler atau organisasi, “ katanya.

Selama di program akselerasi, ia tidak memikirkan soal rangking, namun untuk pelajaran seperti sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi ia mendapat nilai akademik yang cukup baik. “Untuk mata pelajaran paling tinggi nilai sosiologi,” ujarnya.

Advertisement

Soal ketertarikannya dengan Filsafat, Raja mengaku bahwa ia sudah tertarik dengan filsafat saat berada di kelas sepuluh SMA lewat buku dan internet. “Saya mengenal filsafat itu ketika saya di kelas sepuluh. Saya sejak kecil sering menggunakan logika filsafat berarti selama ini saya menerapkan nilai-nilai filsafat,” kata Raja yang bercita-cita setelah lulus akan meneruskan kuliah S2 di jurusan yang sama.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sejumlah Pasal Kontroversial di KUHP Disorot PBB

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 05:27 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement