Tren Downgrade Wisatawan Jadi Tantangan Biro Perjalanan DIY
Asita DIY menilai wisatawan makin selektif mengatur anggaran. Biro perjalanan perlu menawarkan paket beragam tanpa mengorbankan kualitas.
Kabid Humas Polda DIY Kombes pol Yuliyanto / Dok
Harianjogja.com, SLEMAN — Polda DIY akan menurunkan lebih dari 600 personel untuk mengamankan pertandingan antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya pada pekan ketujuh Liga 1 2022/2023 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (27/8/2022) pukul 20.30 WIB.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan pengamanan dilakukan tidak hanya di stadion, tetapi juga di jalur-jalur yang dilewati suporter. Selain itu, ada petugas yang ditempatkan bersama dengan pemeriksa tiket di pintu masuk. Nantinya, petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan terkait dengan barang yang dibawa oleh penonton dan suporter.
\"Di pintu depan pemeriksaan tiket sekaligus pemeriksaan barang bawaan yang dibawa oleh suporter. Misalnya jangan sampai ada yang bawa batu atau barang-barang keras lainnya,\" katanya, Jumat (26/8/2022).
Lebih lanjut Yuli menyatakan, sejauh ini Polda DIY telah siap untuk mengamankan jalannya pertandingan. \"Siap mengamankan dengan beberapa Polres di sekitar Sleman dari Kota, Kulonprogo, Bantul dan juga dari Gunungkidul kami siapkan untuk melaksanakan pengamanan,\" tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asita DIY menilai wisatawan makin selektif mengatur anggaran. Biro perjalanan perlu menawarkan paket beragam tanpa mengorbankan kualitas.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.