Advertisement

Pramuka Kwartir DIY Peduli Stunting

Media Digital
Senin, 26 September 2022 - 10:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pramuka Kwartir DIY Peduli Stunting Pramuka.

Advertisement

JOGJA-Celoteh dan canda tawa lebih dari seratus remaja berbaju coklat muda itu tiba-tiba terhenti saat ada aba-aba dari pembawa acara. Mereka langsung menyerbu tempat duduk yang disiapkan di pelataran Gazebo Galeri Batik Tulis Giriloyo di Kalurahan Wukirsari Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul.

Dengan antusias mereka duduk di kursi plastik yang disediakan, menghadap mobil penerangan Dinas Kelautan yang mensosialisasikan Gemar Makan Ikan yang dilanjutkan demo masak ikan dan hasilnya dibagikan kepada seluruh peserta untuk dicicipi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Hal tersebut hanyalah awal dari Kegiatan Pramuka Istimewa Peduli Stunting, yang merupakan kolaborasi antar Satuan Karya Pramuka (Saka). Empat Saka terlibat, yaitu Saka Kencana, Saka Bahari, Saka Bhakti Husada, dan Saka Taruna Bumi. Mereka juga mendapatkan materi pentingnya mengkonsumsi sayuran dari pembina Saka Taruna Bumi, dan materi tentang kesehatan dari Saka Bhakti Husada.

Kolaborasi antar Saka ini dimaksudkan agar pembinaan generasi muda yang tergabung dalam Pramuka dapat diperluas jangkauannya, tidak terbatas mendapatkan materi keilmuan dan life skill hanya dari instansi pembina Saka masing-masing.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin SH, MM selaku pemrakarsa kegiatan ini menyampaikan bahwa dengan kolaborasi ini maka remaja-remaja terpilih dari berbagai Saka bisa kita jangkau dengan materi KIE Kependudukan dan Keluarga, dalam hal ini persiapan berkeluarga dan pencegahan stunting bagi anak-anak mereka kelak. “Disamping itu binaan kami Saka Kencana juga bisa mendapatkan materi-materi lain diluar yang biasa mereka dapatkan dari kami selaku pembina.” tambah Kak Shodiqin, begitu Kaper ini dipanggil oleh para anggota Pramuka.

Acara pagi itu terasa spesial karena dihadiri oleh Deputi Bidang KSPK Nopian Andusti SE, MT mewakilil Kepala BKKBN Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG(K). Deputi KSPK dalam sambutannya menyampaikan bahwa remaja sangat diharapkan berperan dalam pencegahan stunting.

"Merekalah yang nantinya akan menjadi orang tua yang membesarkan anak-anaknya. Oleh karena itu perlu kita bekali pertama dengan perencanaan pembentukan keluarga yang ideal, yang di dalamnya termasuk materi pola perilaku dan pergaulan yang sehat," kata dia.

Selain itu juga materi pencegahan stunting yang dimulai dari menjaga kesehatan dan asupan gizi calon ibu dan bapak. Khusus untuk ibu sebelum, selama hamil, dan saat menyusui perlu diperhatikan asupan gizinya. Tidak lupa menjaga asupan gizi bagi bayi yang dilahirkan, agar berkembang menjadi anak yang terhindar dari stunting. Stunting sendiri ditandai dengan tidak tinggi, tidak pintar, dan mudah sakit. Akibatnya kualitas hidup dan produktivitas kerja saat dewasa rendah. Ini harus kita cegah, demikian Nopian Andusti menambahkan.

Advertisement

Sementara itu Ketua Kwarda DIY yang diwakili Kakak Arifin Budiharjo mengingatkan semua anggota Pramuka bahwa Pramuka harus peduli terhadap diri sendiri sekaligus peduli pada orang lain. Keduanya harus ada sekaligus.

Pada kesempatan ini pula Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Bantul Hj. Emi Masruroh SPd. yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa meski angka konsumsi ikan di Bantul masih rendah, tetapi sebetulnya masyarakat Bantul gemar makan ikan.

“Terbukti nasi kucing, makanan angkringan favorit warga, yang paling laku ya nasi kucing sambel teri," demikian disampaikan Kak Emi.

Advertisement

Ditambahkannya meski Bantul berhadapan dengan laut tetapi profesi nelayan tidak banyak karena laut yang dihadapi adalah samodra yang butuh peralatan mahal untuk bisa menangkap ikan. Oleh karena itu kita galakkan usaha dan konsumsi ikan dari perikanan darat seperti lele yang mudah diternakkan dan murah.

Angka konsumsi ikan di DIY memang masih rendah yaitu 33 kg/kapita/tahun, maka perlu disosialisasikan Gemar Makan Ikan agar mendorong percepatan penurunan stunting. Ikan dikenal sebagai sumber protein, mineral, Omega 3 dan Vitamin D yang diperlukan bagi tumbuh kembang balita.

Acara bertajuk Pramuka Istimewa Peduli Stunting, dari Yogyakarta untuk Indonesia ini diakhiri dengan dialog interaktif antara para narasumber tersebut dengan para anggota Pramuka lintas Saka. Dialog dipandu dengan gaya remaja oleh Maulida Anita Putri dan Srimulyani. Pertanyaan polos dan menggelitik bahkan mengundang tawa khas remaja pun terlontar, dan dijawab oleh Deputi KSPK, Kakwarda, dan Kakwarcab dengan sabar dan diselingi canda pula

Misalnya pertanyaan kalau saya tidak suka makan ikan, saya harus bagaimana supaya tetap sehat? Juga karena sudah terlanjur pendek, harus bagaimana?

Advertisement

Dalam acara tambahan dilakukan penandatanganan MOU antara Kepala Perwakilan BKKBN DIY dengan Pimpinan Dompet Dhuafa Kantor Cabang Yogyakarta Muhammad Zahron Tentang Kerja Sama Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Dompet Duafa juga memberikan bantuan Timbangan Bayi dan Antropometri kepada Posyandu setempat.

Selain itu Bulog dan PT Indofood juga berpartisipasi dengan memberikan bantuan kepada Keluarga dan Ibu Hamil rawan stunting dan Calon Pengantin, berupa beras Fortivit dan paket produk pangan.*

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

20.000 Buruh Pabrik Foxconn Resign, iPhone 14 Pro dan Pro Max Langka

News
| Senin, 28 November 2022, 21:47 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement