DPAD DIY Ingatkan Pentingnya Penyelamatan Arsip saat Bencana
Keberadaan arsip menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses penanganan bencana.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika DIY memproyeksikan hujan masih akan mengguyur DIY satu sampai tiga hari ke depan. Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA Romadi menjelaskan peluang terjadinya hujan di wilayah DIY cukup besar.
"Intensitas sedang hingga lebat, terutama di Sleman, Kulonprogo, Kota, Gunungkidul bagian Utara, dan Bantul," ucapnya dihubungi Harianjogja.com, Minggu (9/10/2022).
Sementara untuk empat sampai tujuh hari ke depan, hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan. Tinggi gelombang untuk satu minggu kedepan diperkirakan masih tinggi sekitar 2,5-4 meter.
BACA JUGA: Oknum Mahasiswa HI UGM Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
"Gelombang laut untuk satu minggu kedepan berkisar 2,5-4 meter. Benar [kategori tinggi] lanjutnya.
Dia menjelaskan dinamika atmosfer saat ini masih terdapat pola tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Sumatra, dan sirkulasi tertutup di Utara Kalimantan.
"Dari tinjauan pola angin di wilayah DIY rata-rata bertiup dari arah Tenggara dan terdapat belokan angin [sherline] di Jawa dan pertemuan angin [konvergensi] di Kalimantan. Dari data tersebut satu sampai tiga hari ke depan di DIY masih cukup besar peluang hujannya," jelasnya.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Sabtu (8/10/2022) sore tersebar 35 titik di sepuluh kapanewon mengakibatkan 20 rumah rusak ringan.
Dampak lainnya menumbangkan 19 batang pohon, mengganggu jaringan listrik di tujuh titik, berdampak ke satu titik tempat usaha dan satu titik kantor. Untuk korban jiwa tercatat nihil.
Sepuluh Kapanewon yang terdampak di antaranya, Kapanewon Sleman, Tempel, Ngaglik, Cangkringan, Moyudan, Kalasan, Godean, Turi, Gamping, dan juga Kapanewon Minggir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keberadaan arsip menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses penanganan bencana.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.