Advertisement

Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas Gelorakan Minat Anak terhadap Museum

CRH22
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 20:57 WIB
Budi Cahyana
Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas Gelorakan Minat Anak terhadap Museum Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas (YPK RM) menyambangi kantor Harian Jogja pada Jumat (21/10/2022). - Harian Jogja/Hadid Husaini/CRH22

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas (YPK RM) menyambangi kantor Harian Jogja pada Jumat (21/10/2022).

YPK RM berniat menggelorakan museum sebagai destinasi dan wadah memperkenalkan sejarah kepada anak. Yayasan akan menggelar kegiatan Anak Kreatif Cinta Museum di Museum Perjuangan Jogja, Minggu (30/10/2022). Acara itu akan diisi berbagai kegiatan seperti senam, lomba mewarnai, dan menggambar. Akan digelar pula workshop tentang pemahaman mengenai hak konsumen. Kurang lebih 1.000 peserta yang berpartisipasi dalam Anak Kreatif Cinta Museum.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Riza Bakti Wijaya, Ketua Panitia Anak Kreatif Cinta Museum, memaparkan pentingnya peran orangtua  dalam membangun karakter anak. Penggunaan teknologi yang berlebih dari generasi muda membuat budaya sopan santun mulai luntur.

“Orang tua memberikan gadget dengan harapan anak mereka senang. Orang tua lebih suka mengajak anaknya main di mal ketimbang museum yang memiliki nilai sejarah,” kata Riza.

Padahal, penggunaan gadget berlebih dapat berdampak negatif pada psikologi anak.“Dampaknya   akan terganggu secara psikologis, anak menjadi introvert, tidak mau bersosialisasi. Takutnya jadi efek domino” tegasnya.

Dalam event ini akan digelar juga gelaran UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setelah kurang lebih tiga tahun terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Kami ingin mengangkat kembali perekonomian di Jogja dengan menyediakan tempat dengan semangat membuat perekonomian stabil kembali,” kata Riza Bakti Wijaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua YPK RM Krisna Triwanto menyampaikan banyak perilaku yang telah mulai hilang pada generasi sekarang. “Dulu kami diajarkan untuk berperilaku sopan seperti bilang nuwun sewu [permisi] ketika lewat di hadapan orang yang lebih tua, sekarang hal itu mulai hilang,” katanya.

Advertisement

“Harapan kami, dengan adanya acara ini anak dapat mengenal museum sehingga mereka bisa mengenal sejarah dan bisa membuat berbagai kegiatan sendiri di museum.”

Pimpinan Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono menyampaikan apresiasi kepada YPK RM yang memperdulikan kondisi anak. Dirinya mengaku sering mendapat keluhan dari relasinya yang juga prihatin tentang kondisi yang dialami anak-anaknya.

“Banyak orang tua yang curhat anaknya yang tidak bisa lepas dari pengaruh gadget, anaknya tidak mau diajak untuk melihat hal positif,” ujar Anton.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dituding Halangi Peneliti Asing Lakukan Riset, Begini Dalih KLHK

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement