Jualan Makanan Jadi Bisnis Paling Moncer di Kawasan Exit Toll Jogja

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Rabu, 26 Oktober 2022 15:57 WIB
Jualan Makanan Jadi Bisnis Paling Moncer di Kawasan Exit Toll Jogja

Kendaraan terjebak kemacetan di gerbang keluar tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020)./ANTARA FOTO-Raisan Al Farisi

Harianjogja.com, JOGJA-Usaha di bidang jasa makanan dan minuman menjadi investasi paling potensial di kawasan exit toll Jogja. Bisnis ini dinilai paling moncer di antara bisnis lainnya.

Dalam Webinar Pariwisata Series #4 Road to Yogyakarta as Responsible Tourism Destination “Jalan Tol: Peluang Membuka Investasi Sektor Kepariwisataan di Joglosemar“, Rabu (26/10/2022), Timotius Apriyanto selaku perwakilan dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DIY mengatakan investasi yang cocok di area exit toll Jogja adalah investasi dengan modal yang cepat kembali dalam kurun waktu tiga tahun.

“Seperti makanan minuman. Ini masih menjadi primadona. Kemudian akomodasi seperti homestay, hotel atau tempat beristirahat. Yang ketiga adalah craft. Ini opsi-opsi yang menarik,” katanya.

Timotius mengatakan untuk membuka usaha di kawasan exit toll, perlu berpedoman pada filosofi-filosofi yang berlaku di Jogja. Seperti filosofi hamemayu hayuning bawana yang berarti memperindah keindahan dunia, filosofi golong gilig yang membawa makna persatuan serta keyakinan pada sumbu filosofis yang dihubungkan dengan garis imaginer.

Baca juga: Biar Tetap Modis di Musim Hujan, Ikuti Tips Berikut Ini

“Sehingga [Jogja] butuh infrastruktur yang tidak merusak filosofi, tidak merusak umkm seperti dengan tidak mengisi dengan merek nasional. Kalau ada exit toll, tidak boleh ada makanan modern yang sifatnya kapitalistik,” katanya.

Hal ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk berkontribusi menumbuhkan perekonomian Jogja dengan membangun bisnis-bisnis di area exit tol.

Namun pemerintah juga perlu memberikan kepastian kapan tol-tol yang melintasi Jogja selesai dibangun. Sebab hal ini berhubungan dengan kepastian para investor untuk mulai membangun bisnisnya. “Kapan tol Jogja-Bawen selesai? Jangan-jangan 2024 belum selesai? Ini pengaruh untuk melakukan investasi,” kata Timotius.

Sementara itu Nurdin dari perwakilan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menjelaskan untuk titik exit tol Jogja-Bawen ada di Banyurejo, Tempel, Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online