Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Foto Preweeding Kaesang Pangarep dan Erina Gudono/Instagram : @erinagudono
Harianjogja.com, SLEMAN—Walau tinggal kurang lebih satu bulan menjelang pernikahan kaesang Pangarep dan Erina Gudono, belum ada kejelasan venue yang akan dipilih. Walau demikian, manajemen Royal Ambarrukmo sebagai salah satu opsi lokasi resepsi memastikan kesiapannya.
General Manager Royal Ambarrukmo, Herman Courbois, menjelaskan setelah kunjungan Joko Widodo bersama beberapa menteri pada 16 Oktober lalu untuk mengecek venue di Royal Ambarrukmo, belum ada komunikasi lanjutan lagi hingga saat ini.
“Kemarin memang saya tahu dari berapa kementerian [16 Oktober] mereka mau lihat venue dan akhirnya Pak Jokowi sendiri juga hadir, mereka lihat Pendopo Ndalem ini, Ageng Ndalem, tapi setelah itu belum ada lagi,” ujarnya, Selasa (1/11/2022).
Selain Royal Ambarrukmo, Grha Saba Permana (GSP) UGM juga menjadi opsi lainnya untuk venue pernikahan putra Presiden RI tersebut. “Sampai saat ini memang kayaknya dua alternatif atau bisa di UGM atau Royal Ambarrukmo kalau di Jogja,” katanya.
Manajemen Royal Ambarrukmo pun hingga kini juga masih menunggu kepastian tersebut. Meski demikian ia memastikan persiapan internal tetap berjalan. “Internal mulai persiapkan kalau memang terjadi. Apa yang harus kami lakukan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Beberapa persiapan yang dilakukan seperti training staf, SOP makanan, keamanan dan sebagainya. “Hal-hal itu saja yang masih sangat-sangat basic kami persiapkan. Saya mulai melatih lagi staf kalau nanti terjadi [pernikahan Kaesang-Erina], ini harus kami persiapkan dengan sempurna,” kata dia.
BACA JUGA: Segera Menikah, Ini Awal Mula Hubungan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono
Dalam kunjungannya pada 16 Oktober lalu, Joko Widodo dan para menteri menurutnya cukup tertarik dengan venue di Royal Ambarrukmo. “Pak Jokowi cukup senang. Apalagi namanya heritage, Pak Jokowi juga orang Jawa, dia memang sangat kental dengan Jawa, dia lihat bangunannya dan beberapa menteri yang ikut juga suka,” ujarnya.
Walau tinggal sekitar satu bulan lagi, menurutnya tidak masalah dan masih cukup waktu untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan. “Ini 1 November, kalau memang yang bocorannya awal Desember ya kurang lebih masih lima mingguan, ya masih bisa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.