IGBF 2026 Hadir di Yogyakarta, Dorong Rumah dan Bangunan Indonesia Menuju Net Zero
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Para lulusan ITD Adisutjipto mengikuti prosesi wisuda, Kamis (24/11/2022), di Sahid Raya Yogyakarta Hotel & Convention./Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Sebanyak 355 peserta didik Institut Teknologi Dirgantara (ITD) Adisutjipto berhasil menyelesaikan studinya dan diwisuda pada Kamis (24/11/2022), bertempat di Sahid Raya Yogyakarta Hotel & Convention.
Wisudawan dan wisudawati merupakan peserta didik dari Program Studi (Prodi) Teknik Dirgantara sebanyak 80 orang, Teknik Mesin 60 orang, Informatika 55 orang, Teknik Industri 60 orang, Teknik Elektro 49 orang dan Aeronautika 51 orang.
Rektor ITD Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI. Dr. Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, menjelaskan dalam wisuda kali ini, ada sebanyak 48 mahasiswa yang meraih predikat cumlaude, dengan rata-rata IPK 3,21, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"Dan IPK terbaik tahun ini mencapai 3,99. Suatu pencapaian yang luar biasa. Dia juga lulusan tercepat, dalam waktu empat tahun sekian bulan. Itu yang S1. Sedangkan yang D3 IPK di atas 3,5," ungkapnya.
Lulusan terbaik tersebut yakni Pandu Setiawan, dari S1 Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, dengan IPK: 3.99, predikat cumlaude. Untuk D3 yakni Bagus Satrio Pambudhi, Prodi Aeronautika, Fakultas Teknologi Kedirgantaraan, dengan IPK: 3.58, predikat cumlaude.
Ia berharap alumni dapat selalu mengedepankan empat value yang sudah didapatkan di ITD Adisutjipto ketika sudah memasuki dunia kerja, yakni jujur, tekun, tulus dan disiplin. Keempat value ini merupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Apabila nantinya dalam bekerja dapat meraih sukses dengan cara-cara yang Jujur, Tekun, Tulus dan Disiplin, artinya para alumni telah mengharumkan nama almamater ITD Adisutjipto. Dan secara universal, telah ikut andil dalam upaya membangun bangsa dan negara," katanya.
Berdasarkan data dari Biro Kerjasama dan Alumni ITD Adisutjipto, masa tunggu lulusan ITD Adisutjipto untuk mendapatkan pekerjaan relatif pendek, yakni berkisar dua sampai enam bulan dan kecenderungannya masa tunggu lulusan untuk tiap tahun semakin singkat.
"Hal ini menunjukkan bahwa mutu dari proses pendidikan di ITD Adisutjipto terus meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang siap pakai sesuai kebutuhan industri dan masyarakat, apalagi didukung oleh kurikulum pendidikan yang adaptif dengan perkembangan industri," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Harga BBM dan material konstruksi naik akibat minyak dunia tembus US$100. AKI mendesak pemerintah menerapkan eskalasi nilai kontrak.
DPRD Bantul menyoroti pembakaran sampah liar di Pleret yang mengganggu warga. Dewan meminta kesepakatan pemindahan dipatuhi.
Monyet dari Suaka Margasatwa Sermo mulai masuk permukiman Hargowilis. Warga khawatir satwa kesulitan mendapat pakan alami.
Pansus Papua DPD RI merekomendasikan evaluasi pendekatan keamanan di Maybrat agar warga tetap aman dan leluasa beraktivitas.