Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pengurus KONI Bantul yang baru dilantik./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-XVI 2022 yang mewakili Bantul dan berprestasi berharap ada kepastian pencairan bonus. Pasalnya sampai saat ini mereka belum juga menerima bonus seperti yang dijanjikan.
Dalam Porda 2022 yang diselenggarakan di Sleman, untuk Bantul meraih juara kedua dengan perolehan medali emas sebanyak 135, medali perak 138, dan 166 medali perunggu.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul, Andus Sarwana mengatakan untuk bonus atlet Porda DIY 2022 sudah dianggarkan di tahun ini.
Adapun mekanisme pencairannya melalui dana hibah dari Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul.
“Kami saat ini baru menyiapkan administrasi kelengkapan hibah. Setelah kelengkapan administrasi siap, baru akan kami proses pencairan hibah ke KONI dan selanjutnya KONI yang akan membayarkan bonus atlet tersebut. Semoga pada triwulan pertama nanti sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA: Bersiap Jadi Tuan Rumah Porda 2025, KONI Gunungkidul Kebut Sport Center
Sementara terkait dengan nominal bonus, Andus mengaku bervariasi. Dia menyatakan yang akan menyampaikan besaran bonus untuk atlet adalah KONI Bantul.
Ketua Umum KONI Bantul, HM Gandung Pardiman sebelumnya mengatakan bonus atlet Porda kemungkinan cair pada Maret mendatang dengan total sekitar Rp7 miliar dari hibah Pemkab Bantul. Namun demikian nominal hibah tersebut belum sesuai harapan.
“Belum sesuai yang direncanakan ternyata karena kondisi kekinian pemerintah dan masyarakat. Bonus berkurang sedikit kira-kira,” ujarnya.
Gandung juga menyampaikan permohonan maaf terkait keterlambatan pencairan bonus dikarenakan butuh proses pengajuan ke Pemkab Bantul.
“Bonus itu pakai aturan-aturan ketat karena menyangkut uang negara, enggak bisa seketika. Kalau main-main nanti bupati kena semprit BPK dan BPKP,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.