Advertisement
Atlet Bantul Sambat soal Tidak Jelasnya Bonus Porda 2022, Begini Kata Pemkab
Pengurus KONI Bantul yang baru dilantik. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-XVI 2022 yang mewakili Bantul dan berprestasi berharap ada kepastian pencairan bonus. Pasalnya sampai saat ini mereka belum juga menerima bonus seperti yang dijanjikan.
Dalam Porda 2022 yang diselenggarakan di Sleman, untuk Bantul meraih juara kedua dengan perolehan medali emas sebanyak 135, medali perak 138, dan 166 medali perunggu.
Advertisement
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul, Andus Sarwana mengatakan untuk bonus atlet Porda DIY 2022 sudah dianggarkan di tahun ini.
Adapun mekanisme pencairannya melalui dana hibah dari Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul.
“Kami saat ini baru menyiapkan administrasi kelengkapan hibah. Setelah kelengkapan administrasi siap, baru akan kami proses pencairan hibah ke KONI dan selanjutnya KONI yang akan membayarkan bonus atlet tersebut. Semoga pada triwulan pertama nanti sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA: Bersiap Jadi Tuan Rumah Porda 2025, KONI Gunungkidul Kebut Sport Center
Sementara terkait dengan nominal bonus, Andus mengaku bervariasi. Dia menyatakan yang akan menyampaikan besaran bonus untuk atlet adalah KONI Bantul.
Ketua Umum KONI Bantul, HM Gandung Pardiman sebelumnya mengatakan bonus atlet Porda kemungkinan cair pada Maret mendatang dengan total sekitar Rp7 miliar dari hibah Pemkab Bantul. Namun demikian nominal hibah tersebut belum sesuai harapan.
“Belum sesuai yang direncanakan ternyata karena kondisi kekinian pemerintah dan masyarakat. Bonus berkurang sedikit kira-kira,” ujarnya.
Gandung juga menyampaikan permohonan maaf terkait keterlambatan pencairan bonus dikarenakan butuh proses pengajuan ke Pemkab Bantul.
“Bonus itu pakai aturan-aturan ketat karena menyangkut uang negara, enggak bisa seketika. Kalau main-main nanti bupati kena semprit BPK dan BPKP,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Rute Mudik Lebaran 2026 Jakarta ke Jogja via Gerbang Tol Purwomartani
- Pemkot Jogja Resmi Larang Bus Pariwisata Parkir di TKP Senopati
- Masalah THR Lebaran di Bantul Muncul, 1 Kasus Naik ke DIY
- Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement







