Advertisement

Campak Kembali Merebak, Ini Saran Pakar UGM

Lugas Subarkah
Senin, 23 Januari 2023 - 07:57 WIB
Sunartono
Campak Kembali Merebak, Ini Saran Pakar UGM Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Penyakit campak kembali merebak di sejumlah daerah beberapa waktu terakhir. Merespons hal ini, pakar menekankan kembali pentingnya vaksinasi yang sekarang dianggap sebagian orang tidak perlu.

Guru Besar Pendidikan Kedokteran UGM, Profesor Ova Emilia menjelaskan campak dapat terkendali dengan adanya vaksinasi. “Ini penyakit menular apalagi yang renatn pada anak anak, mestinya terus digalakkan vaksinasinya,” ujarnya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : WHO Sebut 9 Juta Anak di Asia Tenggara Terancam Campak

Tidak hanya campak, beberapa penyakit lain yang rentan terhadap anak seperti polio dan TBC juga perlu diantisipasi dengan penguatan vaksinasi masing-masing penyakit tersebut. “Artinya vaksinasi itu harus, sama dengan TBC, vaksinnya BCG,” ungkap Mantan Dekan Fakultas Kedokteran, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FKKMK) UGM ini.

Vaksinasi perlu dikuatkan kembali karena saat ini ada sebagian orang yang menganggap vaksinasi tidak perlu lagi. “Ada beberapa outbreak yang sebenarnya kita sudah bebas polio. Tapi gara gara ada orang yang mengatakan ga usah, ga perlu lagi [vaksinasi], akhirnya muncul lagi,” katanya.

Selain itu, di tengah mobilitas masyarakat yang sudah semakin tinggi pasca pelonggaran pandemi Covid-19, penyakit menular lainnya semakin beresiko terbawa orang dari berbagai negara atau benua ke wilayah Indonesia.

BACA JUGA : Penyakit Campak Marak di Gunungkidul 

“Karena kita ga tau orang dengan mobilitas yang tinggi sekali, orang berjalan dari benua mana, negara mana, kita ga ngerti. Begitu satu kena akhirnya yang betul-betul berisiko terkena. Akhirnya merebak. Kalau sudah kayak gitu kita harus bikin blanked treatment lagi,” ungkap Wanita yang kini menjabat Rektor UGM.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyebutkan 31 provinsi di Indonesia telah melaporkan ribuan temuan kasus campak. Sebanyak 12 provinsi di antaranya bahkan sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Sepanjang 2022, total telah dilaporkan 3.341 kasus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement