Ada 18 Kasus di Sleman, Satu Warga Meninggal Dunia Akibat Lesptospirosis

Triyo Handoko
Triyo Handoko Rabu, 22 Februari 2023 07:47 WIB
Ada 18 Kasus di Sleman, Satu Warga Meninggal Dunia Akibat Lesptospirosis

Ilustrasi hewan pengerat./JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyebut per 21 Februari ada 18 kasus leptospirosis di wilayahnya. Dari jumlah itu ada seorang warga Sleman yang meninggal karena infeksi virus ini yang umumnya ditularkan dari tikus.

Selain itu ada lima suspect kasus leptospirosis di Sleman dan dua kasus belum terkonfirmasi. Dinkes Sleman sendiri sudah memiliki fasilitas pendeteksi dini leptospirosis di tiap puskesmas di wilayahnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman Yulianti menjelaskan alat pendeteksi dini leptospirosis di setiap puskesmas merata tiap wilayah. “Alatnya adalah who score, nine score, dan laptotex, semuanya ada di setiap puskesmas,” jelasnya, Selasa (21/2/2023).

BACA JUGA : Kasus Melonjak! 6 Warga Bantul Meninggal Akibat 

Yulianti menduga kenaikan kasus leptospirosis di wilayahnya terjadi karena musim hujan yang sedang terjadi. "Yang terkena leptospirosis kebanyakan petani yang sedang giat-giatnya bekerja juga kondisinya banyak genangan air ini jadi faktor utamanya meningkatnya kasus lepto,” katnaya.

Kontak manusia melalui air yang kotor, jelas Yuliati, meningkatkan resiko terkena leptospirosis. “Kami juga sudah edukasi ke masyarakat, terutama yang petani untuk menggunakan peralatan yang melindungi tubuhnya, seperti sepatu bot,” uarnya.

BACA JUGA : Selama 2022, Empat Warga Bantul Meninggal

Cara paling ampuh untuk mengantisipasi penyakit menular dari hewan tikus, jelas Yuliati, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Rajin cuci kaki dan tangan itu penting apalagi musim hujan ini untuk mencegah leptospirosis dan menjaga kesehatan tubuh juga agar tidak gampang sakit,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online