Promo HUT RI dari KAI, Tiket Kereta Ekonomi Dapat Potongan 17 Persen
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Rektor UII, Profesor Fathul Wahid./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN — Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid belum bisa memastikan kapan Dosen UII Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP) yang sempat dinyatakan hilang saat perjalanan pulang dari Norwegia akan pulang. Kesehatan menjadi alasan AMRP belum pulang.
"Kami belum bisa memastikan karena kami juga tidak bisa memaksa pulang," ucapnya di Kantor LLDikti Wilayah V, Senin (27/2/2023).
AMRP dikabarkan mengubah rute perjalanan pulang ke Amerika Serikat (AS) tanpa pemberitahuan. Fathul mengatakan rumah sakit telah mendiagnosis AMRP ada masalah kesehatan dan harus berobat. Namun, nama rumah sakitnya tidak bisa disampaikan karena alasan privasi.
"Termasuk itu [privasi] apakah dirawat di rumah sakit mondok, atau rawat jalan gak ada info spesifik dalam rilis yang diberikan Kemlu ke kami," jelasnya.
BACA JUGA: Dosen UII Jogja yang Sempat Hilang Akhirnya Memberi Kabar! Ungkap Permohonan Maaf
Komunikasi terakhir yang dilakukan antara UII dengan AMRP adalah melalui email. Sementara komunikasi menggunakan ponsel tidak ada. Termasuk komunikasi dengan keluarga menurutnya juga sudah dilakukan.
"Gak tahu [menggunakan email atau bukan] yang kami ketahui hanya itu [ada komunikasi]. Tidak dalam porsi menanyakan itu, kan ruang privat keluarga."
Lebih lanjut dia menyampaikan, jika dosen akan meninggalkan tugas kedinasannya untuk berobat idealnya musti izin. Terkait sakitnya AMRP akan di-cover atau tidak harus dipelajari terlebih dahulu sakitnya apa. "Harus kami pelajari dulu sakitnya apa, dalam tanggungan tidak dan lain-lain," lanjutnya.
Menurutnya saat ini tengah dibentuk tim untuk menilai tindakan dosen tersebut termasuk indisipliner kategori ringan atau berat. Tim ini akan menilai fakta di lapangan. Baru didiskusikan apa sanksi yang akan diberikan.
"Tim kami internal dan akan bekerja segera, SK tim sedang kami proses. Mudah-mudahan dalam pekan ini kami luncurkan dan akan menjadi proses internal."
Terkait sanksi yang mungkin diberikan menurutnya akan dilihat dulu. Ia mencontohkan misal ada mahasiswa gagal kuliah. Mestinya diberi sanksi. Namun jika alasannya kesehatan atau hal tertentu lainnya sehingga tidak mungkin melanjutkan maka akan beda dibandingkan dengan yang sengaja tidak belajar.
"Harus melihat konteksnya jadi tidak selalu melihat yang terlihat tapi harus melihat faktanya seperti apa di lapangan dan itu bagian dari tim yang yang bekerja," paparnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga LLDikti Wilayah V DIY, Aris Junaidi menyampaikan semua pihak sudah dikontak terkait keberadaan AMRP. Update selalu dilakukan. "Tunggu saja kepulangan yang bersangkutan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.
PLN mengerahkan personel penuh memulihkan listrik pascagempa Flores. Sebanyak 98,3 persen penyulang dan 88 persen pelanggan sudah menyala.