Advertisement

Wacana Larangan Bus Wisata Masuk Kota Jogja: Kendaraan Listrik Bakal Angkut Wisatawan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 07 Maret 2023 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Wacana Larangan Bus Wisata Masuk Kota Jogja: Kendaraan Listrik Bakal Angkut Wisatawan Kemacetan di ruas jalan pusat perbelanjaan Malioboro, Senin (18/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah DIY berencana melarang bus pariwisata masuk ke pusat Kota Jogja dengan menyediakan tempat transit bus. Kendaraan listrik hingga shuttle bus dipersiapkan untuk mengangkut wisatawan ke pusat kota. 

Pemerintah DIY kini tengah mengkaji penerapan kebijakan transit bus pariwisata di tiga tempat transit agar bus berukuran jumbo tersebut tidak masuk ke wilayah Kota Jogja demi mencegah kemacetan. 

Advertisement

Kajian itu dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) tahun ini. Adapun tiga tempat transit yang disiapkan untuk menampung bus pariwista tersebut yakni Terminal Giwangan, kawasan Bandara Adisutjipto, dan Terminal Jombor. Dari tempat tersebut, nanti ada kendaraan umum yang akan mengantarkan wisatawan ke pusat Kota Jogja seperti kawasan wisata Malioboro dan lainnya. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, kebijakan sistem transit bus wisata itu butuh kajian dan kesiapan lainnya. “Masih perlu analisis, kajian, perlu kesiapan pengaturan dari sisi aturan. Baik itu Peraturan Wali Kota [Perwal] atau Peraturan Daerah [Perda],” katanya, Selasa (7/3/2023).

Dia mengatakan, ada sejumlah kendaraan yang bisa digunakan untuk mengantarkan wisatawan dari lokasi transit bus wisata ke pusat kota. Antara lain kereta KRL dan bus dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, Dishub DIY juga berencana mengadakan shuttle bus dan bus listrik di terminal transit tersebut. 

“Untuk yang masuk wilayah tengah kota, misalnya Malioboro nanti akan dilayani bus listrik. Perlu perhitungan, konsepnya sudah ada,” ucapnya. 

Dia menyampaikan saat ini Terminal Bandara Adisutjipto telah memadai untuk digunakan sebagai tempat transit bus pariwisata. Selain itu juga sudah ada bus penunjang. “Sekarang Bandara Adisucipto sudah seperti transit point. Jadi sudah bus, baik itu Teman Bus maupun Trans Jogja yang juga melayani di sana,” katanya. 

Selain itu, Ni Made menilai Terminal Bandara Adisutjipto serta Terminal Giwangan memiliki luas yang memadai untuk menampung bus pariwisata berukuran jumbo. “Cukup besar lahannya sekitar 2,6 hektare [Terminal] Giwangan, [Terminal Bandara] Adisucipto [luas] sekitar tiga hektare. Tapi tidak semuanya untuk parkir, [lainnya] untuk fasilitas publik di sana,” jelas dia. 

Adapun pengelolaan lokasi transit seperti Terminal Giwangan, nantinya akan diserahkan ke Pemkot Jogja. Alhasil pengaturannya pun menjadi kewenangan Pemkot Jogja.  

BACA JUGA: Waduh...Lokasi Proyek Tol Jogja Solo Dijadikan Tempat Balapan Liar

Dia mengatakan diperkirakan tahun depan,  pengadaan shuttle bus akan dilakukan. Namun, pengadaan fasilitas tersebut tetap menyesuaikan kemampuan keuangan Pemda DIY. “Enggak bisa banyak dulu [pengadaan shuttle bus], dari sisi perhitungan kita ada biaya operasional dan lain-lain, biaya pengadaan busnya," katanya. 

Ditegaskannya tahun ini kebijakan transit bus pariwisata tersebut belum dapat diterapkan karena masih dalam tahap kajian. “Ini kan kita harus ada aturannya, kemudian harus koordinasi juga dengan Pemerintah Kota, sementara 2023 Terminal Giwangan juga sedang kita lakukan pengembangan untuk dibangun, termasuk Kota nanti sedang menyiapkan lahan untuk parkir bus pariwisatanya,” katanya. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyambut baik rencana kebijakan transit bus pariwisata tersebut.  “Ide yang saat bagus untuk mengurai kemacetan dan mendorong persebaran agar tidak timpang kabupaten dan kota, saya kira masing-masing punya daya tarik,” katanya. 

BACA JUGA: Eks Wali Kota Jogja Haryadi Minta Dipenjara di Sukamiskin

Namun, menurut Singgih perhitungan terkait rencana penerapan kebijakan tersebut perlu perhitungan matang. “Kuantitasnya dipikirkan, satu bus shuttle-nya, berapa [yang akan digunakan] diperhitungkan betul,” kata Singgih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja
Gebyar Mualaf 2024 Digelar di Sleman

Gebyar Mualaf 2024 Digelar di Sleman

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kaesang dan Erina Habiskan Akhir Pekan dengan Mengunjungi PRJ

News
| Minggu, 14 Juli 2024, 17:47 WIB

Advertisement

alt

Bogor Punya Banyak Wisata Alam yang Layak Dikunjungi, Ini Daftarnya

Wisata
| Sabtu, 13 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement