Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Titipan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam dalam beberapa hari ke depan.
Pasalnya, di awal musim kemarau, masih terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, wilayah Gunungkidul sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, di awal-awal kemarau masih berpeluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Stadion Sultan Agung, Tersangka Ditahan Terkait Nota Fiktif
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun prediksinya hujan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan,” kata Sumadi kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Dia menjelaskan, potensi bencana yang harus diwaspadai di antaranya angin kencang, tanah longso hingga banjir. Meski demikian, Sumadi mengakui belum ada laporan terkait dengan musibah atau bencana alam.
“Laporan terakhir jembatan rusak di Ngawen. Setelah itu, belum ada lagi,” katanya.
Untuk antisipasi bencana di awal kemarau, ia meminta masyarakat tetap waspada. Salah satunya dengan memperhatikan cuaca di sekeliling.
Dia mencontohkan, pada saat terjadi hujan deras, warga di daerah rawan-rawan longsor agar lebih berhati-hati dan apabila diperlukan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Hal yang sama untuk potensi pohon tumbang, bisa diantisipasi dengan memangkas dahan dan ranting pohoh yang telah rimbun.
“Untuk perkembangan cuaca kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun hasilnya akan disosialisasikan ke masyarakat melalui relawan maupun kalurahan tangguh bencana yang ada,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, untuk menghadapi kemarau yang diprediksi lebih panjang, sudah menyiapkan sejumlah antisipasi. Salah satunya mengalokasikan anggaran penyaluran bantuan air bersih ke masyarakat.
Ia tidak menampik, hingga sekarang masih ada wilayah kapanewon, khususnya di sisi selatan Gunungkidul yang kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, akan ada bantuan air bersih ke warga yang membutuhkan.
“Anggaran yang disediakan sekitar Rp230 juta untuk penyaluran 1.000 tangki,” katanya.
Purwono menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya dilakukan BPBD karena kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri. “Tentunya biar tepat sasaran akan ada koordinasi lanjutan. Selain, untuk pemetakan wilayah terdampak kekeringan, juga agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.