Advertisement

Guru Besar UGM: Dominasi Ruang Fisik Bergeser ke Ruang Virtual

Lugas Subarkah
Rabu, 17 Mei 2023 - 15:17 WIB
Sunartono
Guru Besar UGM: Dominasi Ruang Fisik Bergeser ke Ruang Virtual Rini Rachmawati dalam pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Geografi Perkotaan pada Fakultas Geografi UGM, di Balai Senat UGM, Selasa (16/5/2023) - ist Humas UGM

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Maraknya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadikan transformasi ruang menuju ruang virtual yang membawa konsekuensi reorientasi dan masa depan Bidang Geografi, Geografi Perkotaan, dan Pengembangan Perkotaan.

Hal ini disampaikan Rini Rachmawati dalam pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Geografi Perkotaan pada Fakultas Geografi UGM, di Balai Senat UGM, Selasa (16/5/2023), yang mengngkat judul Ruang Kota Masa Depan: Implementasi Konsep Smart City untuk Smart Sustainable Urban Development.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

Perubahan konsep ruang, pergerakan, dan desentralisasi lokasi akibat pemanfaatan TIK telah menggoyahkan konsep ruang dan pergerakan yang selama ini didominasi oleh ruang fisik dan bergeser ke pemanfaatan ruang virtual.  Hal ini ditandai dengan adanya penurunan pergerakan penduduk baik dari pusat kota ke pinggiran maupun sebaliknya.

Ia menyebut momentum pandemi Covid-19 telah banyak membawa perubahan pada masyarakat dalam mengakses layanan publik perkotaan melalui inovasi berupa aplikasi berbasis TIK. Bahkan, hasil pemetaan menggunakan data Laporan Mobilitas Komunitas Google memperlihatkan adanya perubahan tempat kerja selama pandemi Covid-19 karena pola kerja dari rumah.

Situasi ini akan mempercepat meningkatnya pemanfaatan TIK serta literasi digital masyarakat. Meski begitu, sistem work from home (WfH) selama pandemi Covid-19 yang diprediksi akan berlanjut hingga masa Post Covid-19 menunjukkan gejala sebaliknya yaitu kegiatan Work from Office (WfO) yang kembali menguat sebagaimana sebelum pandemi.

“Hal ini mungkin saja karena belum tercapainya kebutuhan aplikasi layanan terintegrasi secara online dan akses jaringan, masih perlunya pola pikir digital dan pola kerja berbasis TIK, kurangnya keterjangkauan TIK dan kemudahan dalam penggunaan, kurangnya akses internet murah, regulasi yang belum mendukung, dan soal jaminan data keamanan," katanya.

Selain mengurangi pergerakan, pemanfaatan TIK berupa mobile banking dan eshoping, dinilai mampu menguatkan pemanfaatan ruang virtual untuk pengembangan usaha kecil dan menengah, serta dalam mengakses layanan publik perkotaan.

Dari pengalaman membimbing penyusunan Masterplan Smart City pada beberapa kota dan kabupaten Kendal, Blora, Kebumen dan lainnya bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rachmawati menyebut sebuah kabupaten perlu juga menjadikan daerahnya smart sebagaimana konsep smart city yang diterapkan pada kota.

Rachmawati pun mengakui bahasan Ruang Masa Depan: Implementasi Konsep Smart City untuk Smart Sustainable Urban Development dalam pidatonya sebagai bagian kecil pandangan dari berbagai ragam bidang ilmu, yaitu geografi dan ilmu lain seperti perencanaan, sosial, politik, budaya, teknik dan lain-lain.

“Sudah saatnya kita lebih membuka lebar pemikiran tidak hanya multidisiplin, namun juga interdisiplin, khususnya pada aspek pengelolaan perkotaan. Perlu juga kiranya kita memperhatikan pemikiran dari stakeholder yang terkait langsung dengan pengelolaan perkotaan dan masyarakat sebagai sebagai pengguna ruang kota," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Soal Impor KRL, Luhut Punya Alasan Tersendiri, Simak

News
| Rabu, 31 Mei 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Gunung Bromo Bersalju, Ini Fakta Fenomena Embun Upas

Wisata
| Selasa, 30 Mei 2023, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement