Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Hewan Kurban - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari meminta kepada Pemda DIY untuk serius melakukan pemantauan hewan kurban pada Iduladha 2023 ini. Selain memastikan proses distribusi ternak berjalan dengan baik, terutama memastikan ternak yang akan disembelih dalam keadaan sehat.
Mengingat hingga saat ini kondisi peternakan masih dihantui dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta yang terbaru penyakit lumpy skin disease (LSD) atau populer dengan sebutan penyakit lato-lato.
“Kondisi penyebaran penyakit ini kan patut diwaspadai sehingga kami meminta agar pemantauan dilakukan dengan intens. Agar ternak yang terdistribusikan sebagai hewan kurban yang nanti daging akan dikonsumsi itu dalam keadaan sehat,” kata Andriana di DPRD DIY, Kamis (15/6/2023).
BACA JUGA : Hari Raya Kurban, RPH di Sleman Tetap Melayani
Jelag Iduladha permintaan hewan kurban di wilayah tergolong tinggi, meski sebenarnya ternak asal DIY sudah mencukupi untuk kebutuhan. Akan tetapi karena keterbukaan pasar dagang, tak sedikit ternak dari luar DIY yang masuk untuk diperjualbelikan. Kondisi tersebut, lanjutnya, harus diantisipasi agar dilakukan pemeriksaan, tujuannya untuk memastikan ternak yang masuk ke DIY tidak dalam keadaan membawa penyakit.
“Antisipasi ini juga perlu dilakukan agar tidak terjadi penularan penyakit untuk ternak dari luar DIY. Karena persaingan harga ini tentu tidak terhindarkan dan pasarnya terbuka, dari luar bisa masuk dan dari DIY pun bisa keluar,” katanya.
Wanita yang biasa disapa Ndari ini berpendapat sebaiknya pencari hewan kurban memprioritaskan mengambil dari peternak lokal DIY. Karena beberapa ternak selain harus memikirkan kondisi ternak yang terserang penyakit PMK dan Lato-lato, mereka juga harus bersaing dengan ternak dari luar daerah.
“Menurut kami tidak ada salahnya ketika panitia kurban memprioritaskan untuk membeli dari peternak lokal DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.