Duh, Baru 2,8% Masyarakat Indonesia yang Menyikat Gigi dengan Benar
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Kontingen Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) kembali meraih prestasi sebagai peringkat I (satu) dalam ajang Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kontingen Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) kembali meraih prestasi sebagai peringkat I (satu) dalam ajang Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Nasional IX tahun 2023. Kegiatan ini diselenggarakan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada 2-10 Juli 2023.
“Alhamdulillah, Kontingen PMI DIY berhasil meraih peringkat satu. Capaian yang tentu membanggakan untuk kita semua. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi pihak-pihak terkait. Terima kasih untuk semua elemen yang telah berjuang bersama. Hal ini menjadi pelecut untuk tetap mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pembinaan PMR di DIY“, tutur GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi selaku Ketua PMI DIY dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (10/7/2023).
Informasi dari Panitia Jumbara Nasional mengatakan ada sembilan provinsi yang meraih peringkat I yakni 1.1 Kontingen PMI Jawa Tengah, 1.2 DKI Jakarta, 1.3 Bali, 1.4 Banten, 1.5 Daerah Istimewa Yogyakarta, 1.6 Bengkulu, 1.7 Jawa Barat, 1.8 Gorontalo, dan 1.9 Sumatera Utara. Sementara untuk peringkat dua ada 19 kontingen dan peringkat tiga ada enam kontingen.
Baca juga: Sebagai Ketua Umum dan Calon Presiden Prabowo Dinilai Unggul Karena Tak Bisa 'Disetir'
Gusti Prabu mengungkapkan Jumbara PMR IX sebagai ajang evaluasi pembinaan dan ajang kreasi PMR tingkat nasional tahun 2023. Sistem penilaiannya sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Komposisi penilaian terdiri atas 50% portofolio pembinaan PMR PMI masing-masing kabupaten/kota dan provinsi selama 5 (lima) tahun dari 2019 sampai dengan 2023. Sedangkan 50% lainnya adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta dalam berbagai bidang kegiatan Jumpa, Bhakti dan Gembira.
Selama perhelatan Jumbara PMR tingkat nasional ini, Kontingen PMI DIY menjadi juara pertama bidang jurnalistik, youth collaboraction, kewirausahaan sosial, juara 3 Jumbara Got Tallent, dan kewirausahaan.
Sementara Ketua Bidang Anggota dan PMR PMI DIY, Haris Eko Yulianto menjelaskan bahwa keberhasilan kontingen PMI DIY ini berkat kegigihan dan usaha keras dari peserta yang didukung oleh segenap entitas PMI seluruh DIY.
“Terima kasih kepada fasilitator, pendamping, dan semua pihak baik baik PMI DIY, PMI Kabupaten dan Kota seluruh DIY, para donatur di antaranya Donasi Pelanggan K-24, BPBD DIY, Nasa, Pesona Cipta, Yayasan Rs. Dr. Yap, Hiswana Migas, Hamzah Batik, Heha Sky View, dan Dinas Sosial DIY yang telah mendukung kontingen PMI DIY dari mulai pelaksanaan pemusatan pelatihan hingga saat pelaksanaan Jumbara PMR Nasional sehingga mendapatkan yang terbaik”, ungkap Haris.
Tantangan PMR
Menurut Haris, tantangan pembinaan PMR ke depan adalah peningkatkan kualitas pembinaan sehingga melahirkan sumber daya pendukung pelayanan kemanusiaan PMI sehingga PMI terus tumbuh sebagai organisasi yang profesional, tanggap, dan responsif dalam melayani masyarakat.
Untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring yang luas, di antaranya dengan mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum untuk sesama dengan tiada henti berkarya untuk kemanusiaan. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Istana membantah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menegaskan belum ada rencana pergantian Menkeu.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.
KPK mengungkap GST memakai rekening nomine untuk menampung uang hasil dugaan pemerasan pengurusan KITAS dan KITAP warga negara asing.
DPMPTSP Kota Jogja mempermudah pengurusan PBG melalui konsultasi online, layanan tatap muka, dan Bazar Reaksi Cepat PBG.
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.