Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Hidupkan Perekonomian
Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Suasana penyelenggaran Lomba Besar Seni Suara Alam Burung Derkuku Piala KGPAA. Pakualam Cup VI yang diselenggarakan pada Minggu (12/6/2022) di kawasan Alun-alun Selatan. / Harian Jogja - Yosef Leon
JOGJA—Kontes kicau burung derkuku digelar lagi di Jogja dalam gelaran Paku Alam Cup VII pada Minggu (23/7/2023) nanti. Kontes burung derkuku ini akan digelar di Alun-alun Selatan, Jogja dimana penonton dapat menikmatinya secara gratis.
Kontes ini sudah berjalan rutin selama delapan tahun terakhir secara berturut-turut dan termasuk Liga Derkuku Nasional yang dikelola Persatuan Penggemar Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI).
Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Kurniawan menjelaskan penyelenggaraan Paku Alam Cup VII ini dibantu oleh Dinas Pariwisata melalui Dana Keistimewaan. “Semoga event ini bisa menggenjot pariwisata Jogja,” katanya.
Peserta kontes kicau burung derkuku memperebutkan Pakualam Cup ini tersebar tersebar dari berbagai wilayah. “Paling jauh ada dari Lombok, Bali, hampir seluruh provinsi di Jawa juga mengirim perwakilannya,” kata Wakil Sekretaris PPDSI Erwan Yuni, Rabu (19/7/2023).
Paku Alam Cup VII, jelas Ervan, jadi salah satu kontes bergengsi para penggemar burung derkuku di seluruh Indonesia. “Karena bagian dari Liga Derkuku Nasional, event ini sangat bergengsi. Bahkan kedua bergengsi setelah Piala Raja,” jelasnya.
Total ada 216 kontestan dari seluruh penjuru Indonesia akan bersaing di kontes tersebut. “Kami ada tiga kelas kompetisi, yaitu pemula, junior dan senior. Ratusan orang dari luar Jogja akan berkunjung dalam kontes ini,” katanya.
Peserta kontes kelas pemula diikuti 108 orang, kelas junior 72 kontestan, dan kelas senior 36 peserta. “Antusiasmenya selalu meningkat dari tahun ke tahun, bahkan saat pandemi saja tinggi peminatnya,” ujarnya.

Kini peserta kontes burung derkuku itu sudah terisi 90%. “Masih tinggal sedikit lagi, kami yakin akan ada peserta yang tidak tertampung karena saking banyaknya yang daftar,” katanya.
Selain peserta, kontes tersebut juga akan dihadiri ratusan penggemar derkuku dari luar wilayah. “Acaranya gratis dan kami yakin banyak wisatawan yang turut menyaksikannya karena sangat menarik ini apalagi bagi penggemar derkuku. Sehingga secara langsung akan berdampak positif ke pariwisata Jogja,” katanya.
Juri kontes tersebut juga bersertifikat resmi dari berbagai wilayah sehingga dijamin penilaiannya terbaik. “Nanti hadiahnya ada trofi dan beberapa hal lain yang disiapkan panitia, yang jelas setiap pemenang kontes [derkuku di Jogja] ini harga derkukunya akan melejit,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat