Google Ungkap Cara Aman Instal Aplikasi Agar Data Tak Dicuri
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Sujatmika saat meninjau outlet minuman serta susu segar di lingkungan kampus. - ist/UPN
Harianjogja.com, SLEMAN—Saat ini sekitar 5.000 mahasiswa terdaftar aktif di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Menurut Dekan FEB UPN Veteran Yogyakarta Sujatmika dari jumlah tersebut, ada yang terdata dan tidak terdata melakukan bisnis. Kalau yang terdata ada sekitar 10% mahasiswa yang sudah mulai berbisnis.
Padahal, mahasiswa FEB UPN Yogyakarta harus menjadi pencipta lapangan kerja entrepreneur. "Jadi mereka harus menjadi enterpreneur. Bukan hanya mencari pekerjaan semata," ucapnya, Senin (28/8/2023).
Sujatmiko menjelaskan mahasiswa FEB UPN Yogyakarta harus belajar praktek bagaimana menciptakan usaha serta mengelola bisnis yang dijalaninya. "Mahasiswa jangan hanya belajar teori. Tapi, harus berjalan praktik menciptakan bisnis dan mengelolanya," ucapnya.
Ke depan Sujatmiko berharap, mahasiswa FEB UPN Yogyakarta bisa membantu pemerintah untuk menjadi entrepreneur muda sesuai bidang yang diinginkannya.
Salah satu mahasiswa FEB UPN Yogyakarta, Firdaus Reza Maulana menjelaskan, saat ini dirinya membuka outlet minuman serta susu segar di lingkungan kampusnya. Adapun harganya mulai Rp10.000 sampai Rp23.000. "Jadi sangat terjangkau lah bagi kantong mahasiswa," jelas Reza.
BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata yang Sedikit Polusi di Indonesia
Reza yang dibantu adiknya yang juga mahasiswa FEB UPN menjelaskan, selain membuka Jo Re dirinya juga mengembangkan usaha sablon dan printing di lingkungan kampus.
"Kalau usaha sablon dan printing ini kami sudah jalankan sebelumnya. Idenya buka di kampus karena kemarin ada mahasiswa baru. Jadi kami mulai belajar bisnis di lingkungan kampus ini," jelasnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Yogyakarta Hendro Widjanarko, menjelaskan, pihak kampus akan mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan bisnis.
"Jadi kampus akan memberikan support dan memfasilitasi setiap mahasiswa yang akan berwirausaha. Kami berharap akan muncul para wirausaha muda dan berbakat dari kampus ini," katanya.
Kepala Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UPN Yogyakarta Danang Widiantoro mengungkapkan, belajar bisnis dilingkungan kampus dapat memunculkan jiwa entrepreneur mahasiswa FEB UPN. "Jadi mahasiswa kami persiapkan untuk memasuki dunia kerja terutama untuk berwirausaha," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.