Sertifikasi CPLA Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Muhammad Harris Syahpuja Putra
BANTUL— Muhammad Harris Syahpuja Putra rutin kontrol kondisi tubuhnya. Ia memeriksakan diri tanpa hambatan biaya dengan penjaminan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
"Biasanya saya kontrol di puskesmas, tiga bulan sekali, jadi setahun bisa empat kali. Saya menggunakan fasilitas JKN,” kata Haris, Rabu (4/10/2023).
Kesehatan penting untuk semua masyarakat, termasuk Haris yang saat ini bekerja sebagai guru seni. Untuk bisa memberikan pendidikan pada anak-anak, maka dia perlu kesehatan dan energi yang full agar bisa maksimal. Di tangannya, ada estafet masa depan anak-anak bangsa untuk menjadi lebih baik, melalui pendidikan.
BACA JUGA: Ini Daftar Penyakit yang Menyedot Pembiayaan Besar di BPJS Kesehatan
Namun, profesi guru bukan satu-satunya kegiatan Haris, di waktu-waktu tertentu, dia membantu orang tua berdagang di sekitar Malioboro. Padatnya aktivitas ini yang kadang membuatnya lelah dan terserang penyakit.
"Untungnya meski sakit, sakitnya masih yang wajar, seperti batuk dan pilek. Tetapi ada satu penyakit yang cukup sering, yaitu tipes,” kata laki-laki yang kini berusia 30 tahun ini. “Kalau pas sakit, biasanya berobat ke Puskesmas Kasihan II dengan jaminan JKN.”
Setiap kali berobat dengan JKN, selalu mendapatkan pelayanan yang efektif. Ada pula pemberian obat yang stoknya aman. Terkait lama tidaknya layanan, tergantung jumlah pasien yang datang hari itu.
"Dokter-dokternya juga enak, bisa diajak ngobrol dan memberikan konsultasi, tanya jawabnya enak. Kalau antrean di puskesmas sama aja, tergantung jumlah pasien dan urutan waktu berobat,” kata Haris, yang saat ini tinggal di Bantul.
Dengan menjadi peserta JKN, Haris merasa terbantu dari sisi biaya saat mengakses pengobatan. Terlebih apabila sakitnya datang secara tiba-tiba, atau tidak terprediksi. “Banyaknya pilihan cara bayar iuran rutin juga memudahkan. Selama ini bayarnya di minimarket atau transfer, bisa lebih mudah,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.