Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Bangkitkan Harapan Olimpiade
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi ini untuk naik kelas sehingga pada akhirnya bisa melantai di bursa saham.
"Kami sangat optimistis kalau bicara UMKM di Yogyakarta. Mimpi kami adalah mencetak sekian banyak UMKM di Yogyakarta untuk bisa 'go public'," kata Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza, Selasa (31/10/2023)
Hingga saat ini, kata Irfan, baru satu UMKM di DIY yang berhasil melakukan "initial public offering" (IPO) di bursa saham yakni PT Mitra Tirta Buwana Tbk yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan.
Padahal, kata dia, banyak pelaku usaha berbagai sektor dengan skala sejenis di provinsi ini yang potensial dan memiliki minat serupa namun terkendala persyaratan untuk bisa 'go public'.
Untuk bisa 'go public', menurut Irfan, UMKM setidaknya harus memiliki legalitas berbentuk perseroan terbatas (PT), serta telah beroperasi minimal satu tahun.
"Kebanyakan karena belum berbentuk perseroan terbatas (PT), kemudian laporan keuangannya belum sesuai. Makanya kami berinisiatif menggandeng pihak terkait untuk membentuk inkubator UMKM," kata dia.
Irfan mengatakan dengan "go public" atau menawarkan sebagian saham kepada publik di pasar modal, UMKM mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya memperoleh akses pendanaan yang lebih besar sehingga lebih cepat naik kelas.
"Yang jelas naik kelas, dari sisi 'branding' juga lebih terangkat, mendapatkan akses pendanaan sehingga mampu menumbuhkembangkan usahanya," kata dia.
BACA JUGA: BEI DIY Dorong UMKM Bisa Melantai di Pasar Modal
Untuk menyiapkan UMKM di DIY bisa "go public", menurut Irfan, BEI DIY bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY telah menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan STIE YKPN.
Melalui inkubator itu, UMKM atau perusahaan rintisan (startup) binaan empat kampus itu mendapatkan pemahaman mengenai dunia pasar modal serta mengetahui manfaat dan keuntungan melakukan IPO di pasar modal.
"Melalui inkubasi itu kami ajak sebanyak mungkin UMKM di DIY untuk kita berinkubasi bersama, agar naik kelas, dan ujungnya bisa 'go public'," kata Irfan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.