Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Keluarga Ester Rinisulistyawati, salah satu warga Kapanewon Semin, Gunungkidul, Yogyakarta. Ist/bpjskesehatan
GUNUNGKIDUL–Besarnya manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini makin dirasakan. Mulai dari pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga tindakan berbiaya mahal seperti operasi, pengobatan kanker, jantung hingga cuci darah semua masuk dalam penjaminan Program JKN.
Hal inilah yang sedang dirasakan sangat membantu keluarga Ester Rinisulistyawati, salah satu warga Kapanewon Semin, Gunungkidul, Yogyakarta. Wanita yang akrab disapa Rini ini rutin mengantar ibunya menjalani cuci darah. Segala bentuk pengobatan yang dijalani ibunya semua dijamin lewat pembiayaan Program JKN.
"Ibu saya menjalani cuci darah rutin sejak bulan Januari 2023. Sebelumnya pernah juga satu bulan sekali untuk cuci darahnya. Namun sekarang menjadi satu minggu dua kali setiap selasa dan jumat. Semuanya selalu menggunakan penjaminan dari JKN," kata Rini, Kamis (16/11/2023).
BACA JUGA: Polemik Program Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Lengkap Peneliti UGM
Rini mengatakan, awalnya ibunya mengalami hipertensi dan mengikuti Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan FKTP. Dengan mengikuti Prolanis, kondisi ibunda Rini dicek teratur dan ditemukan bahwa kadar kreatinin tergolong tinggi. Dengan kondisi tersebut, akhirnya ibunya dirujuk ke rumah sakit menuju ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianjurkan untuk cuci darah seminggu dua kali. “Singkatnya, kami mendapat jadwal untuk cuci darah rutin di RSUD Wonosari.
Selama pengobatan ke dokter hingga cuci darah kami tidak pernah disuruh untuk membayar. Dari awal sampai sekarang nol rupiah. Waktu mau daftar untuk cuci darah juga langsung dapat jadwal, jadi tidak menunggu lama,” kata Rini.
Rini juga merasakan layanan baik dan memuaskan yang diberikan oleh tim di RSUD Wonosari. Hal ini sesuai dengan salah satu janji layanan fasilitas kesehatan yang menyebutkan bahwa fasilitas kesehatan wajib memberikan layanan yang ramah tanpa diskriminasi.
"Perawat dan dokter disini ramah. Saya tidak pernah menemukan tenaga kesehatan yang jutek. Kami selalu diberi tahu misalnya, saat ibu kakinya agak bengkak, harus mengurangi minum agar tidak terlalu banyak cairan,” cerita Rini.
Rini tak bisa membayangkan apa jadinya jika semua biaya pengobatan itu harus ditanggung pribadi. "Manfaat Program JKN ini besar sekali. Kalau misal kita mengeluarkan dana sebegitu banyak tidak akan mampu berobat. Untuk sekali cuci darah saja biayanya satu juta lebih, belum akomodasinya. Kalau habis cuci darah kan tidak mungkin dibonceng naik motor, karena pasti lemas dan pusing. Nanti pasti akan butuh untuk sewa mobil, mondar mandir dan sebagainya. Jadi kami sangat terbantu sekali,” ujar Rini.
Rini juga berharap pelayanan terhadap peserta JKN semakin baik ke depannya. Ia berharap Program JKN selalu ada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.