Nisan Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak, Polisi Turun Tangan
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mendorong peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk tingkatkan kualitas pendidikan dasar.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan saat ini sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri hanya mendapatkan biaya operasional sekolah dari BOSNAS dan BOSDA. Menurutnya, sumber pembiayaan tersebut masih terbatas untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.
Baca Juga: Siswa Diminta Beli Buku Paket, Disdikpora Bantul: Manfaatkan Dana BOS!
“Sementara di [sekolah] negeri ya istilahnya [kualitas pendidikan] standar. Anggaran di sekolah negeri sumber keuangannya dari BOS dan BOSDA, sementara di swasta ada BOS, BOSDA dan SPP,” ujarnya melalui telepon, Jumat (1/12/2023).
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Bantul alokasi BOSNAS bagi SMP negeri dan swasta mencapai Rp1.150.000 per anak per tahun. Sementara untuk BOSDA SMP negeri Rp650.000 per anak per tahun. Dan dana hibah BOSDA SMP swasta/MTS mencapai Rp278.300 per anak per tahun.
Kemudian dana BOSNAS SD negeri dan swasta mencapai Rp940.000 per anak per tahun. Sementara dana BOSDA SD negeri mencapai Rp550.000 per anak per tahun, dan hibah BOSDA SD swasta mencapai Rp322.500 per anak per tahun.
Menurutnya, beberapa sekolah perlu meningkatkan fasilitas yang ada untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Sehingga, untuk pengadaannya tidak dapat dialokasikan dengan menggunakan sumber pendanaan tersebut.
Baca Juga: Telat Laporkan Dana BOS Rekening Sekolah Diblokir
“Memang itu yang namanya bos dan BOSDA itu kalau dihitung dengan kebutuhan unit cost per siswa per tahun memang belum mencukupi, artinya masih perlu dukungan dari orang tua,” katanya.
Sementara menurut Isdarmoko saat ini banyak orang tua memahami bahwa pendidikan dasar diberikan secara gratis. Sehingga apabila terdapat kekurangan biaya operasional, penggalangan dana untuk kebutuhan tersebut sulit dilakukan.
Baca Juga: Kemendikbudristek Klaim Dana BOS Pendidikan Meningkat
Dengan begitu, menurut Isdarmoko, sekolah negeri cukup kesulitan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya apabila dibandingkan dengan sekolah swasta. Menurut dia, skolah swasta dengan sumber pembiayaan yang lebih luas dapat meningkatkan standar kualitas pendidikannya dengan lebih leluasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Novo Nordisk dan AWS membangun pusat inovasi AI di London untuk mempercepat riset, pengembangan, dan penemuan obat baru.
Michael Owen memprediksi Arsenal mampu mempertahankan gelar Liga Inggris karena dinilai lebih stabil dibanding para pesaingnya.
Raul Fernandez meraih kemenangan perdana MotoGP 2026 di Silverstone lewat strategi agresif yang dipuji Cal Crutchlow.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Mitsubishi siapkan tiga varian Pajero: SUV body-on-frame 2026, crossover kompak pesaing RAV4 2028, dan Pajero Mini kei car 2030.