Sentra Kulit Manding Bantul Sepi Pembeli, Perajin Terdesak Toko Online
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi dengan memonitor terus menerus kenaikan dan penurunan kasus Covid-19 saat ini. Mengingat lonjakan kasus terjadi di beberapa negara.
Pakar Epidemiologi UGM Riris Andono Ahmad menjelaskan, naik turunnya kasus Covid-19 di berbagai negara merupakan hal yang wajar, karena virus ini masih bersirkulasi. Selama bersirkulasi virus akan terus bermutasi. Hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan monitor secara terus menerus terhadap kenaikan dan penurunan kasus.
“Dan sistem kesehatan yang nantinya akan bisa membantu mereka untuk melaksanakan persiapan," ujarnya, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA : OJK Tak Akan Perpanjang Lagi Restrukturisasi Kredit Covid-19
Ia juga meminta kepada pemerintah untuk menganalisa kenaikan kasus pada sejumlah negara. Apakah ada peningkatan kasus kematian, komorbid dan lain sebagainya, karena yang akan terdampak secara langsung adalah masyarakat. “Ini yang akan mempengaruhi juga apakah kita akan mempraktikkan gaya hidup seperti kemarin lagi atau kita lebih menjaga imunitas saja, itu kan berbeda," ujarnya.
Ia menilai sampai saat ini wajar bahwa Covid-19 terjadi naik turun kasus. Namun ketika angka penularan dan objeknya tidak berubah signifikan, maka yang perlu disampaikan kepada masyarakat adalah soal hati-hati dan menjaga kondisi fisik agar tidak mudah sakit.
“Kalau dia lagi sakit ya perlu pakai masker, tapi kalau tidak ya opsional kalau mau pakai. Kan bukan suatu keharusan tapi merupakan praktik yang baik," ujarnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mewaspadai kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya pada masa libur panjang akhir tahun. Kasus Covid-19 saat ini terjadi peningatan drastis di Singapura dan Malaysia. Meski pemerintah pusat belum mengeluarkan intruksi khusus, tetapi kewaspadaan disebut harus disiapkan.
"Sebenarnya kalau dari Kemenkes itu yang Covid-19 malah belum ada arahan. Namun secara prinsip penanganan untuk kasus-kasus semacam ini kita sudah punya dasarnya untuk penanganan Covid-19 seperti yang kemarin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes DIY Setiyo Harini.
Menurutnya, Dinkes DIY masih tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 sehingga masih berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk upaya pencegahan. "Secara struktur kami masih kuat untuk kewaspadaan mengaktifkan kembali infrastruktur yang sudah ada. Jadi Insya Allah bisa," katanya.
Harini menyampaikan, Dinkes DIY sudah memiliki mekanisme yang telah disusun dalam bidang kesehatan dan non kesehatan terkait Covid-19. "Sudah menyusun bersama kalau ada kasus serupa seperti apa yang harus kami lakukan itu sudah. Jadi langkahnya misalnya rumah sakit juga tergabung di dalamnya yang menangani untuk rumah sakit," kata dia.
Ketika lonjakan Covid-19 kembali muncul, mekanisme penanggulangan seperti sebelumnya akan diaktifkan kembali. Namun ia berharap jangan sampai kasus Covid-19 kembali muncul. "Sekarang kita jadi lebih siap, semoga tidak akan terjadi kedodoran seperti yang diawal-awal Covid-19 dulu," ujarnya.
BACA JUGA : Covid-19 di Singapura Mengganas, Menkes Minta Terapkan Kembali Prokes dan Vaksinasi
Sampai sekarang tren kasus Covid-19 di wilayah setempat sudah semakin menurun. Bahkan akhir-akhir ini sudah tidak diminta untuk pelaporan rutin yang harian. Kasus mingguan sudah mulai berkurang karena seiring dengan tren kasus yang menurun.
Sejumlah fasilitas layanan kesehatan pun masih menyediakan layanan tes pemeriksaan Covid-19. "Kalau secara mandiri masih disediakan tapi itu di fasilitas swasta. Kalau secara pemerintah kan kita sedang mengalihkan mekanisme ke pemeriksaan penyakit pernafasan biasa. Jadi nanti bukan lagi menjadi sesuatu yang spesifik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.