El Nino dan Karhutla Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Nabire Capai 2,82 Persen
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Proses penyelenggaraan Pemilu 2024 terus berjalan salah satunya adalah rekrutmen pengawas tempat pemungutan suara (TPS).
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul, menyebut pengawas TPS yang saat ini dibentuk nantinya menjadi ujung tombak pengawasan pada saat pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024.
"Hal ini karena pengawas TPS inilah yang akan melakukan pengawasan secara langsung sejak dimulainya pemungutan suara sampai dengan selesainya penghitungan surat suara di TPS," kata Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Rabu (3/12/2023).
Oleh karena itu, kata dia, para calon pengawas TPS pemilu yang saat ini direkrut Bawaslu Bantul akan dilakukan wawancara untuk mendalami pengetahuan tentang kepemiluan, serta pemahaman tentang peraturan teknis pemilihan umum.
"Pengawas TPS ini diharapkan juga merupakan orang-orang jujur, berintegritas, mempunyai kepribadian yang kuat serta tidak dalam hubungan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu," katanya.
BACA JUGA: KPU DIY Jamin Hak Suara 9.304 ODGJ pada Pemilu 2024
Didik mengatakan panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Bantul dalam melakukan pembentukan pengawas TPS akan memastikan independensi dari calon pengawas dengan melakukan tracking rekam jejak.
"Melalui tracking rekam jejak ini diharapkan pengawas TPS yang terpilih adalah orang-orang yang tidak mempunyai afiliasi terhadap peserta pemilu ataupun merupakan tim sukses kandidat tertentu," katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Bantul Sri Hartati mengatakan, pendaftaran pengawas TPS pemilu 2024 sudah dibuka sejak 2 Januari di 17 kantor panwascam se-Bantul.
"Pada hari pertama rata-rata di masing-masing kecamatan sudah ada pendaftar sekitar 10 sampai 15 persen dari total kebutuhan. Pendaftaran pengawas TPS rencananya akan dibuka sampai dengan 6 Januari 2024," katanya.
Dia menyebutkan pengawas TPS pemilu ini nantinya di setiap TPS akan ditugaskan satu orang pengawas, sehingga jumlah kebutuhan pengawas TPS di Bantul sebanyak 3.166 orang, sesuai dengan jumlah TPS di daerah itu.
"Dengan jumlah kebutuhan pengawas TPS terbanyak ada di Kecamatan Sewon dengan kebutuhan berjumlah 344 pengawas, sedangkan jumlah kebutuhan pengawas TPS paling sedikit ada di Kecamatan Srandakan yaitu 112 pengawas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.