Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Musim hujan yang sempat menghilang DIY berpengaruh terhadap aktivitas pertanian di Sleman. Target luas tanam padi yang ada belum sesuai harapan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, di awal musim penghujan atau akhir 2023 ada target penanaman padi seluas 16.000 hektare. Namun demikian, hingga awal 2024 jumlah tersebut belum terealisasi.
Hal ini dikarenakan luas tanam yang terealisasi baru sekitar 8.500 hektare. Adapun sisanya sebanyak 7.500 hektare belum bisa ditanam.
Permasalahan ini diduga karena kekurangan air untuk perawatan. Terlebih lagi, sambung dia, hujan sempat menghilang di wilayah Sleman sehingga berpengaruh terhadap proses penanaman.
BACA JUGA: Sepekan ke Depan DIY Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Pemicunya
“Jadi mundur, padahal sudah ada yang membuat benih yang disemai. Tapi, tidak jadi ditanam karena kekurangan air,” katanya kepada wartawan, Kamis (4/1/2024).
Menurut Siti, sudah ada pemantauan dan mundurnya masa tana mini terjadi di beberapa titik di Kapanewon Prambanan, Mlati hingga wilayah Sleman bagian barat. “Tentunya kondisi ini akan berpengaruh pada mundurnya masa panen. Tapi, harapannya bisa tetap lancar sehingga hasilnya tetap bisa dioptimalkan,” katanya.
Ia mengakui, saat sekarang sudah mulai turun hujan sehingga dapat dimanfaatkan para petani untuk persiapan masa tanam yang baru. “Harus cepat digarap untuk memenuhi target tanam yang sempat mundur karena kemarau panjang,” katanya.
Sebelumnya, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel, Sleman, Fauzan mengatakan, di akhir November para petani di wilayahnya sempat senang karena hujan sudan turun. Upaya persiapan masa tanam mulai dilakukan dengan menyemai benih padi.
Namun memasuki pertengahan hingga akhir Desember hujan menghilang. Kondisi ini berdampak terhadap tanaman yang dimiliki petani.
Menurut dia, masa tanam kali ini mengalami kemunduran dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, di akhir tahun sudah ditanam, tetapi sekarang masih dalam proses penyiapan lahan. “Ketiadaan hujan sangat berpengaruh. Beruntungnya masih ada aliran air dari Kali Jalakan untuk mengolah lahan, meski harus berbagi dengan petani lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.