Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Salah satu pelukis tengah melukis suasana Garrya Bianti Yogyakarta pada gelaran live painting, Sabtu (10/2) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
SLEMAN—Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk turut merayakan tahun baru Imlek 2024 yang jatuh pada hari ini (10/2/2024). Kebanyakan, dimeriahkan dengan berbagai penampilan ataupun atraksi barongsai. Namun, berbeda dari biasanya Garrya Bianti Yogyakarta turut memeriahkan tahun baru Imlek dengan menggandeng para pelukis untuk berkarya. Dikemas dalam kegiatan live painting yang diberi tajuk Canvas Crecendo: Live Painting.
General Manager Garrya Bianti Yogyakarta Ridwan Hariyadi menuturkan gelaran ini turut menggandeng Dedok Bali Art Studio. Diikuti oleh 10 pelukis yang hadir dari Magelang, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ridwan mengatakan para pelukis menangkap visual arsitektur dan ambiance alam di Garrya Bianti Yogyakarta. Selanjutnya, dituangkan di atas canvas kosong. Dia menyebut sepuluh pelukis punya ciri khas yang berbeda-beda sehingga hasil lukisan beragam dan semakin memperkaya sudut pandang.
"Para pelukis on the spot melukis di 10 titik yang ada di resort. Hasil lukisan akan dipamerkan selama satu bulan. Akan dipamerakan di beberapa area dalam hotel seperti lobby, Kopi Zop, dan Refresh All-day Dining," ujar Ridwan saat ditemui di Garrya Bianti Yogyakarta, Sabtu (10/2).
Baca Juga
Garrya Bianti Yogyakarta Hadir Sebagai Debut Garrya Pertama di Indonesia
Garrya Bianti Yogyakarta Menghadirkan Sebuah Oasis yang Penuh Ketenangan
Garrya Bianti, Resort Eksklusif Baru di Jogja yang Cocok untuk Healing Anda
Ridwan menambahkan Garrya Bianti Yogyakarta yang berada dalam naungan Banyan Group tak hanya berfokus pada aspek bisnis. Lokasi resort Garrya Bianti Yogyakarta juga sekaligus menjadi ruang bagi para seniman untuk berkarya, termasuk para pelukis.
"Selaras dengan value dari brand “Garrya” yang selalu memilih kota dengan nilai kesenian, budaya, dan sejarah yang tinggi, Garrya Bianti Yogyakarta berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilan karya mereka," ungkapnya.
Salah satu pelukis, Ida Ratnaningrum mengaku senang dengan digelarnya live painting di Garrya Bianti Yogyakarta. Dia turut menuangkan kreativitasnya di atas kanvas. Sebagai seorang pelukis, warga Kalasan ini merasa perlu lebih banyak lagi ruang untuk memamerkan lukisan.
"Kegiatan seperti ini bagus sekali karena bisa memfasilitasi kami para pelukis. Kami seringkali kesulitan untuk melakukan pameran karena lokasi harus nyewa dan biaya juga tidak sedikit, jadi sangat membantu kami," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.