Dugaan Pungli Lapas Disorot, KPK Tunggu Data Ombudsman
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Vaksinasi anak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 72. 322 anak di Kota Jogja yang berusia sembilan bulan hingga sebelum 15 tahun disiapkan untuk diimunisasi Japanese Encephalitis (JE). Dinas Kesehatan Kota Jogja menyebut pelaksanaan imunisasi akan dilakukan September 2024.
"Saat ini kami sudah mulai pendataan bagi sasaran imunisasi 'Japanese Encephalitis' di DIY yang ditargetkan 72.322 anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani di Balai Kota Jogja, Selasa (27/2/2024).
Emma menuturkan Kota Jogja menjadi salah satu sasaran pelaksanaan imunisasi karena dianggap sebagai wilayah endemi mengingat sebelumnya ditemukan 13 kasus infeksi JE di Provinsi Daerah Istimewa Jogja (DIY).
Kendati demikian, seluruh kasus itu dipastikan tidak berasal dari wilayah Kota Jogja. "Ada 13 kasus. Luar daerah semua, tapi di DIY," kata dia.
Pemberian vaksin JE di Kota Jogja, menurut dia, baru akan dimulai pada September 2024 menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Emma menekankan imunisasi penting dilakukan mengingat virus JE yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex Tritaeniorhynchus tersebut bisa mengakibatkan radang otak atau kecacatan. "Belum ada obatnya tapi bisa dicegah melalui imunisasi JE," kata dia.
Menurut dia, pada umumnya infeksi JE ditandai dengan demam tinggi atau muntah, demam, diare, dan kejang pada anak beberapa hari setelah mendapat gigitan nyamuk Culex.
"Untuk tanda (gejala) biasanya muncul empat sampai 14 hari setelah gigitan nyamuk," kata Emma.
Sebelumnya, Kemenkes RI melaporkan Japanese Encephalitis merupakan virus dari gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi virus JE hingga menyebabkan penyakit radang otak pada pasien yang terinfeksi.
Walaupun muncul nama Jepang dalam penamaan penyakit tersebut, faktanya virus itu tidak hanya menyerang penduduk di Jepang saja.
Data surveilans kasus JE di Indonesia pada 2016 menunjukkan ada sembilan provinsi yang melaporkan kasus JE yakni Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, DI Jogja, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.