4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Mahmud Ardi Widanto./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sesuai jadwal, pendaftaran Pilkada kabupaten/kota se-Indonesia baru dibuka pada Agustus 2024. Meski begitu, beberapa partai politik sudah mulai melakukan penjaringan calon, salah satunya adalah yang terjadi di Gunungkidul.
Sekjen DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN bersama DPW dan DPD baru saja menggelar rapat koordinasi persiapan penjaringan calon kepala daerah/wakil kepala daerah Pilkada 2024 secara virtual, Senin (1/4/2024).
Dalam rapat tersebut, Bendahara Umum DPP PAN, Totok Daryanto dan putranya, Mahmud Ardi Widanta juga hadir.
Mahmud Ardi Widanta merupakan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Gunungkidul yang ikut dalam kontestasi Pilkada 2020 bersama Sutrisna Wibawa sebagai Calon Bupati. "DPD harus mempersiapkan tim pilkada. Baru nanti proses untuk komunikasi dengan partai lain dan para calon," kata Anwarudin, Selasa (2/4/2024).
Anwarudin mengaku bahwa DPP PAN kemungkinan akan memberikan surat rekomendasi bagi Mahmud Ardi untuk kembali maju sebagai Cawabup Gunungkidul. Hanya memang surat rekomendasi belum dia terima. Dengan begitu belum ada kepastian cawabup. "Mas Ardi selaku kader partai memang menjadi kandidat kuat yang dibicarakan baik cabang maupun ranting yang potensial untuk kembali maju," katanya.
Selain Mahmud Ardi, Ketua DPD PAN, Arif Setiadi juga masuk radar Pilkada 2024 bersama kader internal PAN lain seperti Supriyadi. Dengan begitu ada tiga kandidat potensial yang kemungkinan akan maju dalam Pilkada 2024.
Anwarudin menerangkan setelah pembentukan tim yang pihaknya targetkan selesai pada akhir April 2024, tim akan mulai mencari koalisi. Tegasnya semua partai tidak dapat bergerak sendiri.
Disinggung mengenai komposisi koalisi, dia tidak dapat memberikan jawab. Meski begitu tidak menutup kemungkinan koalisi dalam Pilkada 2020 masih akan terjadi. "Tetapi semua masih memungkinkan. Tidak ada sekat dengan siapapun. Bisa koalisi kemarin [Pilkada 2020], bisa juga koalisi yang sama seperti pendukung Pilpres, atau bahkan partai yang tidak mendukung Pilpres [partai selain pendukung Capres 02]," ucapnya.
BACA JUGA: Namanya Paling Santer di Pilkada Jogja, Heroe Poerwadi: Saya Terbuka dengan Parpol Mana Saja
Lebih jauh, Anwarudin yang saat ini juga menduduki kursi DPRD Gunungkidul mengaku ada pembicaraan internal PAN untuk mengusung Bupati Gunungkidul, Sunaryanta sebagai cabup meski masih terbuka kemungkinan lain.
Sebelumnya, Cabup Gunungkidul dalam Pilkada 2020, Sutrisna Wibawa menegaskan akan kembali maju sebagai cabup. Hanya saja dia belum dapat memastikan cawabup yang akan mendampinginya, termasuk komposisi koalisi. Setidaknya akhir April 2024, Sutrisna baru dapat menyampaikan cawabup dan koalisi pengusung dalam Pilkada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.