Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla
Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla dan memperkuat layanan kesehatan serta distribusi masker.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul masih memberlakukan status siaga darurat bencana hidrometeorologi meskipun sebagian wilayah di DIY sudah memasuki musim kemarau.
"Siaga bencana masih berlaku, karena kami masih tetap waspada bila nanti ada cuaca ekstrem yang tiba-tiba datang pada saat musim peralihan dari hujan ke kemarau ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu (8/5/2024) seperti dilansir Antara
Menurut dia, kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem masih dilakukan mengingat di wilayah lain seperti wilayah Sumatera Selatan yang diguyur hujan deras selama hampir 10 jam mengakibatkan wilayah tersebut banjir.
"Untuk kewaspadaan, sampai saat ini kami dari Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) memantau situasi cuaca lewat update BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), sehingga apabila ada peringatan dini, kami teruskan ke masyarakat," katanya.
BACA JUGA: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Bantul Diperpanjang
Dia juga mengatakan potensi dampak dari cuaca ekstrem pada musim peralihan dari hujan ke kemarau ini di antaranya hujan deras yang disertai angin kencang, dan mengakibatkan pohon tumbang.
"Dan sepertinya sampai dengan bulan Mei ini peralihan ke musim hujan. Kami juga selalu berkomunikasi antara Pusdalops dengan sektor-sektor Damkarmat (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan), juga dengan 37 pos banjir dan longsor," katanya.
Meski demikian, kata dia, pihaknya juga selalu mengimbau masyarakat Bantul khususnya yang tinggal di daerah rawan untuk selalu memantau informasi cuaca melalui media media terpercaya seperti BMKG, BPBD dan lain lain.
"Dan juga selalu berkoordinasi dengan forum pengurangan risiko bencana (FPRB) kelurahan maupun kecamatan untuk siap siaga menghadapi dampak cuaca ekstrem," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla dan memperkuat layanan kesehatan serta distribusi masker.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.