Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Suasana kamping di Potrobayan River Camp beberapa waktu lalu/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Keindahan pinggir lokasi pertemuan antara sungai Opak dengan sungai Oya, telah membuat warga Srihardono, Pundong, Bantul melakukan inovasi.
Mereka memilih memanfaatkan potensi tersebut dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi wisata minat khusus yakni sebagai lokasi berkemah dan diberinama Potrobayan River Camp.
Pengelola Potrobayan River Camp mengungkapkan, Rahmat mengungkapkan, awalnya pihaknya tidak ada kepikiran menjadikan lokasi tersebut menjadi sebuah lokasi wisata. Namun, melihat potensi dan banyaknya orang yang mendatangi lokasi yang dekat dengan titik pusat gempa Bantul, 27 Mei 2026 lalu, maka akhirnya pihaknya memberanikan diri mendirikan Potrobayan River Camp.
BACA JUGA: Persiba Bantul vs Unsa FC: Laskar Sultan Agung Sudah Tahu Kekuatan Unsa FC
"Karena memang disini, cocok untuk dijadikan lokasi kamping, berkemah dan memancing. Untuk itu, kami akhirnya memberanikan diri menjadikan lokasi ini menjadi Potrobayan River Camp," katanya, Sabtu (11/5/2024).
Menurut Tomet-panggilan akrab Rahmat, para pengunjung yang berkamping bisa menikmati keindahan matahari terbenam dan matahari terbit. Selain itu, pengunjung yang mendirikan tenda di atas rerumputan akan disuguhkan pemandangan sungai dan pepohonan yang hijau mengelilingi lokasi tersebut.
Meski dikenal sebagai lokasi untuk berkemah, kata Tomet-panggilan akrab Rahmat, bukan berarti lokasi tersebut hanya menyediakan wisata kamping. Sebab, di lokasi tersebut juga menyediakan wisata diluar kamping, salah satunya adalah memancing. Karena di lokasi tersebut, juga menawarkan banyak spot memancing.
BACA JUGA: Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dibatalkan, Benarkah? Cek Faktanya di Sini
"Jadi tidak hanya bisa berkamping. Untuk wisata biasa tidak berkamping disini biasanya kami buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Untuk retribusi, hanya bayar parkir saja. Untuk sepeda motor Rp3.000 dan mobil sebesar Rp5.000 per unit," imbuh Tomet.
Sementara untuk wisata kamping, Tomet mengungkapkan, operasional antara pukul 14.00 WIB sampai di hari berikutnya pada pukul 11.00 WIB. Adapun tarif yang dikenakan per orang untuk menikmati wisata kamping di tempat tersebut senilai Rp10.000 per orang. "Untuk parkir tarifnya sama seperti wisata yang tidak berkamping," jelasnya.
Oleh pengelola, menurut Tomet, tarif tersebut selama ini digunakan untuk merawat fasilitas yang ada di lokasi tersebut. Di mana, di Potrobayan River Camp ada kamar mandi, musala warung makan dan pos jaga. Untuk memudahkan pengunjung yang hendak berkamping, pengelola juga menyediakan persewaan kamping, mulai dari Rp20.000 hingga Rp150.000.
"Untuk Rp150.000 itu sudah full set," jelas Tomet.
Terkait dengan jumlah pengunjung, Tomet menyatakan, banyak tidaknya pengunjung tergantung kepada kondisi alam. Di mana, saat musim panas, maka pengunjung akan cukup ramai, namun saat musim penghujan, maka sepi pengunjung.
"Saat bulan Ramadan, tempat ini memang sepi. Tapi, kalau cuaca sedang baik-baiknya, jumlah pengunjung disini lumayan banyak," ucap Tomet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.