Advertisement
Miris! Ratusan Guru PAUD yang Mengajar Sejak 2015 di Bantul Tidak Dapat Honor
Unjuk rasa guru honorer di Blitar, Jawa Timur. - Antara - Irfan Anshori
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 200 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bantul belum mendapatkan honor dari APBD Pemkab Bantul. Padahal, mereka telah mengajar di beberapa PAUD di Bumi Projotamansari sejak 2015 lalu.
"Untuk itu, kami beberapa waktu lalu telah melakukan audiensi dengan Pak Bupati agar teman-teman yang mengajar ini, honornya bisa dicover APBD Kabupaten Bantul," kata Wakil Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Bantul, Ana Masruhah, Rabu (29/5/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Korupsi Taru Martani, Kejaksaan Jangan Berhenti Setelah Tetapkan Tersangka NAA
Menurut Ana, saat ini di Bantul ada sebanyak 1.800 guru yang mengajar di 700 PAUD di Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, 200 pengajar belum mendapatkan honor dari APBD Kabupaten Bantul. Padahal, mereka setiap hari mengajar selama 3 sampai 4 jam dan mulai mengajar sejak 2015 lalu.
"Jadi di tempat kami memang ada beberapa grade. Untuk yang mengajar sejak 2015 sampai saat ini belum mendapatkan honor. Ada juga grade yang lain, mendapatkan honor sebesar Rp200.000 per bulan dan ada juga yang mendapatkan honor Rp300.000 per bulan. Untuk penerimaan sendiri dirapel, 3 bulan sekali," ungkap Ana.
Atas kondisi tersebut, Ana berharap agar 200 guru PAUD yang belum mendapatkan honor, ke depan bisa mendapatkan bantuan dari APBD Kabupaten Bantul 2025. Sebab, 200 guru PAUD ini selama ini hidup dari dengan usaha lain, seperti berjualan.
"Yang penting bagi kami adalah teman-teman yang belum dapat honor. Mereka dulu yang diusahakan untuk mendapatkan honor. Baru setelah dirasa APBD cukup, kita yang sudah mendapatkan honor bisa dinaikkan," paparnya.
BACA JUGA: Hewan Kurban di Wilayah Bantul Sehat dan Aman Dikonsumsi, Segini Harganya
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dalam sidang paripurna yang digelar di Gedung DPRD Bantul, Rabu (29/5/2024) siang berharap agar nasib dari para pengajar untuk tingkat PAUD diperhatikan. Harapannya, kata Joko, kedepan APBD Bantul bisa mengalokasikan untuk menambah keesejahteraan bagi guru PAUD.
"Karena jika mengandalkan dana dari kalurahan jelas enggak mampu. Makanya kini kita sedang kaji regulasi yang ada dan hitung kebutuhannya agar pada APBD 2025 bisa menambah kesejahteraan bagi guru PAUD," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
Advertisement
Advertisement








