Apple Klaim Safari 35% Lebih Cepat dan Hemat Baterai 5 Jam
Apple mempromosikan Safari sebagai browser yang lebih cepat dan hemat baterai dibandingkan Chrome. Simak hasil pengujian dan keunggulannya.
Unjuk rasa guru honorer di Blitar, Jawa Timur. - Antara/Irfan Anshori
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 200 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bantul belum mendapatkan honor dari APBD Pemkab Bantul. Padahal, mereka telah mengajar di beberapa PAUD di Bumi Projotamansari sejak 2015 lalu.
"Untuk itu, kami beberapa waktu lalu telah melakukan audiensi dengan Pak Bupati agar teman-teman yang mengajar ini, honornya bisa dicover APBD Kabupaten Bantul," kata Wakil Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Bantul, Ana Masruhah, Rabu (29/5/2024).
BACA JUGA: Korupsi Taru Martani, Kejaksaan Jangan Berhenti Setelah Tetapkan Tersangka NAA
Menurut Ana, saat ini di Bantul ada sebanyak 1.800 guru yang mengajar di 700 PAUD di Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, 200 pengajar belum mendapatkan honor dari APBD Kabupaten Bantul. Padahal, mereka setiap hari mengajar selama 3 sampai 4 jam dan mulai mengajar sejak 2015 lalu.
"Jadi di tempat kami memang ada beberapa grade. Untuk yang mengajar sejak 2015 sampai saat ini belum mendapatkan honor. Ada juga grade yang lain, mendapatkan honor sebesar Rp200.000 per bulan dan ada juga yang mendapatkan honor Rp300.000 per bulan. Untuk penerimaan sendiri dirapel, 3 bulan sekali," ungkap Ana.
Atas kondisi tersebut, Ana berharap agar 200 guru PAUD yang belum mendapatkan honor, ke depan bisa mendapatkan bantuan dari APBD Kabupaten Bantul 2025. Sebab, 200 guru PAUD ini selama ini hidup dari dengan usaha lain, seperti berjualan.
"Yang penting bagi kami adalah teman-teman yang belum dapat honor. Mereka dulu yang diusahakan untuk mendapatkan honor. Baru setelah dirasa APBD cukup, kita yang sudah mendapatkan honor bisa dinaikkan," paparnya.
BACA JUGA: Hewan Kurban di Wilayah Bantul Sehat dan Aman Dikonsumsi, Segini Harganya
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dalam sidang paripurna yang digelar di Gedung DPRD Bantul, Rabu (29/5/2024) siang berharap agar nasib dari para pengajar untuk tingkat PAUD diperhatikan. Harapannya, kata Joko, kedepan APBD Bantul bisa mengalokasikan untuk menambah keesejahteraan bagi guru PAUD.
"Karena jika mengandalkan dana dari kalurahan jelas enggak mampu. Makanya kini kita sedang kaji regulasi yang ada dan hitung kebutuhannya agar pada APBD 2025 bisa menambah kesejahteraan bagi guru PAUD," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple mempromosikan Safari sebagai browser yang lebih cepat dan hemat baterai dibandingkan Chrome. Simak hasil pengujian dan keunggulannya.
Pemerintah memperpanjang tenggat wajib halal hingga 17 Oktober 2028. Pengusaha menyoroti kesiapan UMKM, biaya sertifikasi, dan edukasi.
Pengangguran DIY mencapai 70.560 orang pada Mei 2026. DPRD DIY mendorong sinergi sekolah dan industri untuk meningkatkan kompetensi lulusan.
Mahasiswa UMY, UII, UGM, dan HMI berunjuk rasa di DPRD DIY, Malioboro, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Sleman memiliki 1.118 anggota dan menggandeng 109 pedagang kelontong untuk memasok sembako.
BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana Merapi melalui perbaikan jalur evakuasi, penambahan EWS, edukasi warga, dan simulasi rutin.