Advertisement
Kampanyekan Bank Buku, DPAD DIY Gelar Line Dance Competition
Penampilan salah satu kelompok pada gelaran line dance competition yang di Kantor DPAD DIY, Jumat (7/6/2024) - Harian Jogja/Jumali
Advertisement
BANTUL—Sebanyak 23 kelompok mengikuti line dance competition yang digelar dalam rangkaian acara Pameran Wirausaha Lokal Mitra Sibakul Sinergi Media Massa untuk Jogja Sehat, Cerdas dan Sejahtera di halaman gedung Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Banguntapan, Bantul, Jumat (7/6/2024) pagi.
Ke-23 kelompok tersebut terdiri dari 16 kelompok dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda DIY dan 7 kelompok dari komunitas.
Advertisement
Kepala DPAD DIY, Kurniawan mengatakan kegiatan line dance competition adalah salah satu rangkaian dari launching Bank Buku. Program Bank Buku, kata dia, diluncurkan atas dasar tingginya keinginan dari masyarakat yang akan menyumbang buku dan membutuhkan buku. "Sehingga keberadaan Bank Buku ini nantinya mempertemukan antara masyarakat yang hendak menyumbang dan membutuhkan buku," katanya disela-sela acara.
Oleh karena itu, rangkaian launching itu, lanjut dia, dikemas dalam acara yang cukup unik. Salah satunya adalah dengan menggelar line dance competition yang dalam pelaksanaannya menggandeng Harian Jogja.
Sementara bagi Harian Jogja, kegiatan line dance competition kali ini adalah juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-16 Harian Jogja. "Kami juga menggandeng OPD yang lain, seperti Dinas Koperasi dan UKM sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui dan mengena. Ternyata ada bank buku, sehingga kami semarakkan dengan line dance competition," ucap dia.
Kurniawan berharap line dance tidak sekadar olahraga tetapi juga terjadi silaturahmi baik antar-OPD maupun antara OPD dengan komunitas. "Sehingga bisa menunjang sosialisasi terkait dengan Bank Buku juga," katanya.
Menurut Kurniawan, keberadaan dan sosialiasi tentang Bank Buku penting. Pasalnya selama ini masyarakat hanya mengetahui jika DPAD DIY bisa menyumbang buku untuk perpustakaan.
Padahal, selama ini DPAD DIY tidak ada anggaran pengadaan buku. "Jadi kami hanya sebagai fasilitator dan katalisator dari yang ingin menghibahkan buku kepada yang membutuhkan buku," ucap dia.
Kurniawan mengakui jika selama ini cukup banyak masyarakat yang meminta buku. Baik dari perpustakaan desa, perpustakaan komunitas. "Dan banyak yang minta buku yang berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kompetensi mereka," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta line dance competition, Febri mengaku dirinya bersama dengan anggota sanggar Kenes telah melakukan persiapan selama 2 pekan. "Awalnya kami tahu acara ini dari teman komunitas. Lalu kami mendaftar dan melakukan persiapan latihan selama 2 pekan," katanya.
Febri mengaku berbeda dengan line dance competition lainnya, gelaran line dance kali ini berbeda. Kali ini, kata dia, lawan yang dihadapi tidak hanya dari komunitas tetapi juga dari OPD. "Jadi memang berbeda untuk line dance competition kali ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Terapkan AI untuk Saring LHKPN, Uji 1.000 Pejabat Negara
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



