Advertisement

Pemkab Bantul Siapkan Skema MBG Selama Ramadan 2026

Kiki Luqman
Selasa, 27 Januari 2026 - 15:17 WIB
Maya Herawati
Pemkab Bantul Siapkan Skema MBG Selama Ramadan 2026 SMP Negeri 1 Sewon salah satu sekolah di Bantul yang mendapatkan MBG. Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap direncanakan berjalan selama bulan puasa. ilustrasi - Kiki Luqman

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap direncanakan berjalan selama Ramadan 2026, dengan penyesuaian menu dan skema pembagian agar aman, sehat, dan layak dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

Kebijakan tersebut masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, seiring perlunya sinkronisasi teknis pelaksanaan MBG selama bulan puasa dengan ketentuan lintas kementerian dan lembaga. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul, Hermawan Setiaji, menyampaikan bahwa secara prinsip daerah siap menjalankan program tersebut.

Advertisement

“Rencana tetap jalan. Menunya nanti disesuaikan agar tetap sehat dikonsumsi saat buka puasa,” ujar Hermawan, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, pembagian MBG selama Ramadan direncanakan dilakukan saat jam pulang sekolah, sehingga siswa dapat menyimpan makanan tersebut hingga waktu berbuka. Namun demikian, teknis pelaksanaan tetap menunggu kebijakan resmi dari Kementerian Pendidikan dan instansi terkait.

“Pembagiannya pas jam pulang sekolah, nanti menyesuaikan kebijakan dari kementerian,” katanya.

Hermawan menambahkan, kepastian apakah program MBG akan dilaksanakan penuh sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran masih menunggu surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang berwenang dalam pengaturan teknis program tersebut.

“Untuk pastinya, kami masih menunggu surat resmi dari BGN,” ujarnya.

Di sisi lain, rencana pelaksanaan MBG selama bulan puasa memunculkan beragam tanggapan dari wali murid di Bantul. Seorang orang tua siswa asal Kapanewon Sewon berinisial I menyampaikan kekhawatirannya terkait daya tahan makanan jika dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan.

“Takutnya nanti basi waktu dimakan pas buka puasa. Jadi lebih baik dihentikan dulu selama puasa, atau mungkin diganti bentuk lain seperti beras atau lauk mentah saja,” ujarnya kepada Harian Jogja.

Pandangan berbeda disampaikan wali murid lainnya berinisial S, yang memiliki anak bersekolah di SMP Negeri 1 Pleret dan SMP Negeri 1 Jetis Bantul. Menurutnya, kualitas MBG yang selama ini diterima anak-anaknya tergolong baik, sehingga program tersebut tetap bermanfaat jika mutu makanan terus dijaga.

“Kalau saya sebenarnya tidak jadi persoalan, yang penting kualitasnya dijaga. Kebetulan anak saya dua, dan kualitas MBG di sekolahnya selama ini sangat baik,” katanya.

Ia menilai, program MBG selama Ramadan tetap memberikan manfaat selama makanan yang dibagikan mampu bertahan hingga waktu berbuka puasa, sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.

“Sebagai orang tua, yang paling utama itu menunya bisa tahan sampai sore. Kalau kualitasnya dijaga seperti selama ini, saya justru merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari

Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari

News
| Selasa, 27 Januari 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement