Rumah Rusak dan Penghuni Trauma, Polisi Dalami Keributan di Kasihan
Kasus perusakan rumah warga di Kasihan, Bantul, memasuki tahap penyelidikan setelah korban resmi melapor ke Polres Bantul.
Foto ilustrasi proyek pembangunan jalan.
Harianjogja.com, BANTUL—Sinergi TNI dan warga di Srimulyo, Piyungan, Bantul melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 berhasil membangun jalan sepanjang 541,7 meter di wilayah Ngelosari. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Srimulyo, Piyungan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemkab Bantul, TNI, dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, pembangunan fisik yang dilakukan meliputi cor blok jalan serta rehabilitasi musala di wilayah Ngelosari di Srimulyo, Piyungan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan pembangunan jalan melalui program TMMD di Srimulyo tersebut berpotensi menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.
"Kami berharap jalan yang telah dibangun melalui program TMMD ini dapat menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar," kata Hermawan Setiaji, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan peningkatan infrastruktur jalan melalui program TMMD di Srimulyo diharapkan mampu memperlancar akses antarwilayah sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah.
Selain mempermudah pergerakan masyarakat, keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung berbagai aktivitas sosial sekaligus ekonomi warga di wilayah Srimulyo, Piyungan, Bantul.
"Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang sudah baik ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Ia menambahkan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan kegiatan menjadi nilai penting yang perlu terus dipertahankan dalam pembangunan desa. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting keberhasilan program tersebut.
Dukuh Ngelosari di Srimulyo, Pardiyono, mengungkapkan program TMMD di Srimulyo memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama melalui pembangunan cor blok jalan yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Ia menjelaskan panjang jalan yang dibangun bahkan melampaui rencana awal yang telah ditetapkan. Dari target semula sepanjang 427 meter, realisasi pembangunan jalan mencapai 541,7 meter.
"Dari rencana awal sepanjang 427 meter, realisasinya mencapai 541,7 meter. Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mempererat silaturahmi antarwarga, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Keberadaan jalan hasil sinergi TNI dan warga di Srimulyo tersebut diharapkan terus dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas serta mendukung berkembangnya kegiatan ekonomi lokal di wilayah Ngelosari di Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus perusakan rumah warga di Kasihan, Bantul, memasuki tahap penyelidikan setelah korban resmi melapor ke Polres Bantul.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.