Soroti Kasus Mafia Tanah ATR BPN, Pakar Ingatkan Pengawasan Diskresi
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Pengunjung menyaksikan koleksi tanaman hias di Aglaonema Park, Tridadi, Sleman, Sabtu (22/6/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar meresmikan Aglaonema Park yang digagas oleh BUMDes Desa Tridadi, Sleman, Sabtu (22/6/2024). Wisata yang secara khusus menyuguhkan tanaman aglaonema ratusan jenis ini diklaim terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Kawasan wisata ini berada satu kompleks dengan Puri Mataram yang juga dikelola BUMDesa setempat. Destinasi Aglaonema Park ini selain menjadi wisata edukasi juga menyuguhkan spot Instagramable hasil inovasi berbasis masyarakat.
BACA JUGA : Diikuti Ratusan Peserta, Javaglonema Aglocontest 2023 Digelar di Tridadi Sleman
"Karena itulah saya hadir di Desa Tridadi ini mengajak pecinta tanaman, pecinta lingkungan, pegiat wisata untuk mendukung Aglaonema Park ini agar terus berkembang, tidak hanya menjadi ikon Sleman tetapi Indonesia," kata politikus PKB ini.
Halim menilai BUMDes yang memiliki inovasi seperti Desa Tridadi menurutnya layak didukung. Apalagi keberadaan Aglaonema Park mnghadirkan suasana baru dengan menyajikan 209 spesimen yang menurutnya terbesar dan terlengkap tidak hanya di Indonesia tetapi dunia.
"Aglaonema Park ini satu-satunya, saya lihat di sini saja sudah ada 209 spesimen ini mungkin terbesar terbanyak, tidak hanya di Indonesia mungkin dunia," ujarnya.
Direkur BUMDes Tridadi Makmur R. Agus Choliq menambahkan dengan adanya 209 spesimen, wisatawan dapat menemukan berbagai varian Aglaonema yang indah, langka dan unik. Dengan luas lahan lebih dari satu hektare, destinasi tersebut memang disebut-sebut terbesar dan menyajikan tanaman Aglaonema terlengkap di Indonesia.
"Bunga Aglaonema ini dibudidayaan sendiri. Tentu menjadi destinasi wisata yang menarik, selain bisa berbelanja tanaman, pengunjung bisa menikmati suasana di tengah tanaman Aglaonema yang tidak panas dan banyak spot foto menarik," ujarnya.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah berdirinya sebuah patung di tengah taman. Patung tersebut adalah sosok Greg Hambali yang dikenal sebagai Bapak Aglonema Indonesia yang menghasilkan ratusan varietas Aglonema melalui penelitiannya.
"Keberadaan patung ini juga bisa menjadi edukasi bagi pengunjung, mendapatkan informasi. Kami ingin memberikan suasana berbeda di destinasi ini," katanya.
BACA JUGA : Dinas Pertanian dan Pangan Jogja Gelar Kontes Tanaman Hias
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi inovasli BUMDes Tridadi Makmur yang membangun destinasi Aglaonema Park melalui potensi lokal. Ia berharap inovasi tersebut bisa diikuti oleh kalurahan lain di Sleman dalam upaya menghadirkan produk dan layanan menarik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab Sleman, lanjutnya siap berkolaborasi dengan kalurahan dan berbagai pihak untuk meningkatkan pariwisata.
"Inovasi ini sangat menarik karena menghadirkan potensi lokal menjadi destinasi yang indah, menarik dan menjadi tujuan wisata baru bagi wisatawan di Sleman, khususnya pecinta tanaman hias," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Pieter Huistra mengungkap kondisi Frederic Injai dan Saiful Djoge yang masih cedera. Injai diprediksi pulih 1-2 bulan, Djoge 1-2 pekan.
Yusril Ihza Mahendra mengaku belum menerima laporan dugaan pesta sabu di Rutan Depok. Penertiban lapas dan rutan akan dikoordinasikan.
Menteri Imipas Agus Andrianto menyatakan bebas bersyarat Indra Kenz bakal dicabut setelah proses remisinya diaudit terkait kasus Lapas Cibinong.
Listyo Sigit resmi jadi KSP. Ia siap mengambil keputusan dalam situasi sulit hingga memanggil menteri untuk mempercepat program Presiden Prabowo.
Reviu RTRW Gunungkidul ditargetkan menjadi perda sebelum 7 Oktober 2026. Regulasi baru diharapkan mendorong pemerataan pembangunan.