Mengapa Warna Paspor Berbeda? Ini Arti Merah, Biru, Hijau
Warna paspor ternyata terbagi dalam empat kelompok utama. Simak alasan paspor berwarna merah, biru, hijau, dan hitam.
Proyek pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) pusat karbonasi Bawuran di Padukuhan Sentulrejo, Bawuran, Pleret, Bantul saat ini mandek. DLH mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengerjaan proyek tersebut. /Harian Jogja-Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL—Proyek pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) pusat karbonasi Bawuran di Padukuhan Sentulrejo, Bawuran, Pleret, Bantul saat ini mandek. DLH mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengerjaan proyek tersebut.
Rencana awal pengoperasionalan ITF yang ditargetkan mulai Juni 2024, sampai saat ini belum ada kejelasan. ITF yang dibangun di atas Sultan Ground tersebut diproyeksikan mampu menerima 70 ton sampah per hari, dan dapat mengolah sampah hingga 50 ton setiap harinya.
Pantauan Harianjogja.com di lokasi, Kamis (4/7/2024), tak ada aktivitas pembangunan. Hanya ada dua pekerja yang berjaga di kawasan tersebut. Sementara, beberapa alat dan mesin pengolah sampah untuk digunakan di ITF Bawuran, Bantul, yang telah diserahkan sejak Jumat (17/5/2024), dibiarkan terbengkalai di lokasi pembangunan ITF Bawuran. Alat tersebut, hanya ditutup spanduk saat hujan. Sementara bangunan ITF, Bawuran sejauh ini masih berwujud pondasi dan rangka. Dan, belum ada penutup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, DLH yang bertugas memonitoring pelaksanaan pembangunan ITF Bawuran sampai saat ini masih terus mengejar Perumda Aneka Dharma untuk mempercepat pembangunan hanggar dan infrastruktur ITF Bawuran. Hanya saja, sampai saat ini diakui Bambang, pembangunannya masih jauh dari target. Sebab, awalnya pembangunan ITF Bawuran ditarget selesai dan bisa beroperasional Juni 2024.
"Sekarang baru 45 persen. Kemarin kami sudah minta Aneka Dharma mempercepat pembangunannya. Agar bisa mengejar target September dioperasionalkan," kata Bambang, Kamis (4/7/2024).
Hanya saja, diakui Bambang saat ini, perkembangan pembangunan infrastruktur ITF Bawuran masih mengalami kendala. Padahal, beberapa alat pengolah sudah ada di area pembangunan ITF Bawuran. "Kalau tempatnya sekarang memang belum tertata dan ngak bisa jalan. Belum listriknya, panel-panelnya juga belum terpasang juga," imbuh Bambang.
BACA JUGA : Bupati Halim Optimistis Aneka Dharma Bisa Kelola ITF Bawuran dengan Optimal
Terkait kemungkinan kerusakan alat karena hanya ditempatkan ditempat terbuka di area pembangunan ITF, Bambang menyatakan belum semua alat datang dan ditempatkan di lokasi pembangunan ITF. Ada beberapa alat seperti tungku pembakaran yang diletakkan di lokasi pembangunan ITF.
"Untuk yang ditaruh diluar enggak masalah. Tapi sekali lagi, kuncinya percepatan infrestruktur, alat kan ada masa pemeliharaan dari rekanan. Kalau kena hujan terus perlu dicat lagi, kan bisa dicat lagi nantinya," ucap Bambang.
Ia mengungkap dari komunikasi yang dilakukan oleh DLH dengan Perumda Aneka Dharma, ada sejumlah kendala dalam pembangunan ITF Bawuran. Selain tenaga yang membangun infrastruktur, kendala lain adalah alat. "Kan alatnya juga harus beli, artinya pendanaan. Bisa jadi saat ini sedang proses nego dengan penyedia alat. Karena alat yang datang ini kan baru sebagian," kata Bambang.
Oleh karena itu, ia berharap agar Perumda Aneka Dharma segera mempercepat pembangunan ITF Bawuran. Tujuannya, agar bisa dioperasionalkan pada September mendatang. "Mau tidak mau, ya harus beroperasional September," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warna paspor ternyata terbagi dalam empat kelompok utama. Simak alasan paspor berwarna merah, biru, hijau, dan hitam.
Jadwal bola malam ini 1-2 September 2026 menghadirkan Al Hilal vs Al Ahli, Parma vs Cremonese, Dortmund dan sejumlah laga Championship.
Lebih dari 1.000 pelari mengikuti Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Boyolali, Minggu (30/8/2026).
Veda Ega Pratama gagal meraih poin di Moto3 Aragon 2026 setelah finis ke-20. Posisi Veda di klasemen turun ke-7. Simak kronologi dan pernyataan Veda di sini.
Sebanyak 31.649 penerima bansos DIY terindikasi judi online per 16 Juli 2026. Dinsos membuka mekanisme sanggah bagi KPM.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.