Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Kota Jogja diminta untuk terus mengupayakan ketahanan pangan di tengah kondisi lahan yang terbatas. Pemkot Jogja pun mendorong pengembangan pertanian lahan sempit sebagai solusinya.
PJ Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto, menjelaskan lahan pertanian di Kota Jogja saat ini tinggal 50 hektare, semakin tergeser dengan pembangunan dan permukiman. “Lahan sawah tinggal tidak lebih dari 50 hektare, peternakan digeser permukiman,” ujarnya, Jumat (19/7/2024).
Meski demikian, warga Kota Jogja tetap didorong untuk mengupayakan ketahanan pangan melalui pertanian. Maka yang bisa dilakukan warga Kota Jogja yakni dengan pertanian lahan sempit. “Kota Jogja berorientasi pertanian lahan sempit seperti budidaya lorong dan sebagainya,” katanya.
Pertanian di Kota Jogja harus menggunakan komoditas yang ramah dengan kondisi geografis Kota Jogja namun tetap bernilai ekonomi. “Komoditas yang tidak terlalu memakan ruang, tapi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Seperti vertikultur, hidroponik dan sebagainya,” ungkapnya.
Ia menegaskan pertanian di lahan sempit tetap bisa membuahkan hasil yang signifikan asal dikelola dengan baik. “Walaupun di lahan sempit, tidak berarti tidak ada hasil yang signifikan. Kalau dikelola dengan baik, komoditasnya tepat, akan memberikan kontribusi pendapatan masyarakat,” kata dia.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, menuturkan untuk mendukung kegiatan pertanian lahan sempit warga, pihaknya memfasilitasi dari sisi pelatihan, bimtek maupun event yang mempertemukan pelaku usaha tani dengan konsumen.
“Event itu bertujuan untuk mempromosikan hasil pertanian. Dari pertemuan produsen dan konsumen itu diharapkan akan ada kontak bisnis yang kemudian nanti menyebabkan peningkatan produksi dan permintaan produk pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto